RMKE akan buyback saham senilai Rp200 miliar
Jumat, 30 Januari 2026

JAKARTA – Emiten jasa penunjang pertambangan, PT RMK Energy Tbk (RMKE), mengumumkan rencana pembelian kembali (buyback) saham.
Dalam keterbukaan informasi Jumat (30/1) hari ini, Manajemen RMKE menyiapkan dana maksimal Rp200 miliar untuk buyback saham.
Aksi buyback dijadwalkan berlangsung selama tiga bulan, mulai 2 Februari hingga 1 Mei 2026. Mengacu pada ketentuan POJK 13/2023 terkait kondisi pasar yang berfluktuasi signifikan, aksi korporasi ini dilakukan tanpa melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Manajemen RMKE menetapkan batas maksimal jumlah saham yang akan dibeli kembali adalah sebesar 20% dari jumlah saham beredar. Selain itu, pendanaan buyback sepenuhnya bersumber dari kas internal perusahaan.
Meski secara akan menyebabkan penurunan aset dan ekuitas hingga Rp200 miliar, Manajemen RMKE menilai langkah ini tidak berdampak material terhadap operasional maupun kinerja perusahaan.
Berdasarkan kinerja hingga September 2025, laba per saham (Earning Per Share/EPS) dasar diproyeksikan meningkat dari Rp31,38 menjadi Rp31,67 setelah pelaksanaan buyback rampung.
Pada perdagangan hari ini, Jumat (30/1), harga saham RMKE menyentuh (Auto Reject Bawah/ARB) ke level Rp5.050 per lembar. Sementara harga saham merosot 31,29% dalam lima hari terakhir dan 14,77% dalam sebulan terakhir. (DK/KR)