Rusia siap evakuasi staf dari PLTN Bushehr di Iran

Sabtu, 31 Januari 2026

image

MOKOW - Rusia menyatakan kesiapannya untuk mengevakuasi para stafnya dari Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Bushehr di Iran apabila diperlukan.

Seperti dikutip reuters.com, hal tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Energi Nuklir Rusia, Alexei Likhachev, seperti dikutip kantor berita TASS pada Kamis.

Presiden Vladimir Putin sebelumnya mengungkapkan bahwa ratusan warga Rusia bekerja di fasilitas tersebut, yang merupakan satu-satunya pembangkit listrik tenaga nuklir yang saat ini beroperasi di Iran dan dibangun dengan bantuan Moskow.

Serangan Amerika Serikat terhadap fasilitas nuklir Iran pada Juni tahun lalu tidak menyasar Bushehr.

Namun, Likhachev saat itu memperingatkan bahwa serangan terhadap lokasi tersebut berpotensi memicu bencana besar yang sebanding dengan tragedi nuklir Chernobyl pada 1986.

Pada Rabu, Presiden AS Donald Trump mendesak Iran untuk kembali ke meja perundingan dan menyepakati kesepakatan yang mencakup penolakan terhadap pengembangan senjata nuklir. Trump memperingatkan bahwa serangan AS berikutnya akan jauh lebih berat jika Iran menolak.

Likhachev menegaskan Rusia berharap semua pihak yang terlibat konflik akan menghormati komitmen untuk menjaga keamanan dan keutuhan wilayah Bushehr.

Meski demikian, ia menambahkan Rusia tetap siaga dan berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri serta Kementerian Pertahanan untuk melakukan evakuasi apabila situasi menuntut.

Iran berulang kali membantah tengah mengembangkan senjata nuklir. Rusia pun menyatakan dukungannya terhadap hak Iran untuk memanfaatkan energi nuklir secara damai. (DK)