Jejak panjang Friderica Widyasari Dewi, dari UGM hingga Pimpinan OJK

Minggu, 01 Februari 2026

image

JAKARTA — Nama Friderica Widyasari Dewi, atau yang lebih akrab disapa Kiki Widyasari, kembali menjadi sorotan setelah ditunjuk sebagai Anggota Dewan Komisioner Pengganti Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Penunjukan ini dilakukan menyusul pengunduran diri Ketua OJK Mahendra Siregar dan Wakil Ketua OJK Mirza Adityaswara.

Mengutip laman resmi ojk.go.id, Sabtu (31/1), Friderica saat ini merupakan Anggota Dewan Komisioner OJK periode 2022–2027. Di OJK, ia juga mengemban peran strategis sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen, sebuah posisi yang menempatkannya di garda depan penguatan kepercayaan publik terhadap sektor jasa keuangan.

Penunjukan Friderica sebagai anggota DK OJK sebelumnya ditetapkan secara mufakat oleh Komisi XI DPR setelah ia dinyatakan lolos uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test). Dalam pemaparannya di hadapan DPR, Friderica menekankan pentingnya penguatan literasi keuangan dan perlindungan konsumen sebagai fondasi utama stabilitas sistem keuangan nasional.

Perempuan kelahiran Cepu, 28 November 1975 ini memiliki rekam jejak panjang di industri pasar modal Indonesia. Jauh sebelum bergabung dengan OJK, Friderica telah menempati berbagai posisi kunci di lembaga dan perusahaan sektor keuangan, khususnya di ekosistem pasar modal.

Kariernya di pasar modal dimulai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pertengahan 2000-an. Selama lebih dari satu dekade berkiprah di BEI, ia pernah menjabat sebagai Kepala Divisi Komunikasi Perusahaan, Sekretaris Perusahaan, hingga Direktur Pengembangan BEI pada periode 2009–2015. Pengalaman tersebut memperkuat pemahamannya terhadap tata kelola bursa, pengembangan produk, serta hubungan dengan pelaku pasar dan investor.

Selepas dari BEI, Friderica melanjutkan kiprahnya di PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Ia dipercaya sebagai Direktur KSEI pada 2015–2016, sebelum kemudian menjabat Direktur Utama KSEI pada periode 2016–2019. Di bawah kepemimpinannya, KSEI dikenal aktif mendorong penguatan infrastruktur pasar modal, termasuk pengembangan sistem dan layanan berbasis teknologi.

Pada 2020–2022, Friderica menjabat sebagai Direktur Utama BRI Danareksa Sekuritas, salah satu pelaku utama di industri perantara perdagangan efek nasional. Perannya di perusahaan sekuritas tersebut melengkapi perspektifnya, tidak hanya sebagai regulator dan pengelola infrastruktur pasar, tetapi juga dari sisi pelaku usaha.

Di luar karier profesionalnya di sektor keuangan, Friderica juga aktif dalam kegiatan organisasi. Ia tercatat sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat Keluarga Alumni Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (Kafegama), menunjukkan keterlibatannya dalam pengembangan jejaring alumni dan kontribusi terhadap dunia akademik.

Menariknya, sebelum dikenal luas sebagai figur di sektor jasa keuangan, Friderica sempat dikenal publik sebagai aktris dan pernah membintangi sejumlah judul sinetron. Perjalanan kariernya yang beragam tersebut kerap disebut mencerminkan fleksibilitas dan kemampuan adaptasinya di berbagai bidang.

Dari sisi akademik, Friderica meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 2001. Ia kemudian melanjutkan pendidikan ke California State University, Fresno, Amerika Serikat, dan memperoleh gelar Master of Business Administration (MBA) pada 2004. Pendidikan doktoralnya kembali ditempuh di UGM, hingga meraih gelar Doktor di bidang Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan pada 2019 dengan predikat cumlaude.

Usai menyelesaikan studi magister, Friderica juga aktif di dunia akademik sebagai dosen tamu di berbagai perguruan tinggi. Ia pernah menjadi asisten dosen mata kuliah keuangan serta mengajar bidang pasar modal dan investasi di sejumlah kampus di Jakarta.

Pada 2008, Friderica dipercaya menjabat sebagai Staf Khusus Menteri Keuangan Republik Indonesia, memperluas pengalamannya di ranah kebijakan publik. Di bidang sertifikasi profesi, ia mengantongi lisensi Wakil Manajer Investasi (WMI) dan Wakil Penjamin Emisi Efek (WPEE) yang diterbitkan OJK pada 2019. (DK)

Baca Juga: Friderica Widyasari Dewi ditunjuk jadi Ketua dan Wakil Ketua OJK