Vietnam lelang tas Hermes hingga yacht milik taipan Truong My Lan
Minggu, 01 Februari 2026

JAKARTA – Pemerintah Vietnam mempercepat proses likuidasi aset-aset super mewah milik Truong My Lan, taipan properti yang kini menjalani hukuman seumur hidup, sebagai bagian dari upaya ambisius negara untuk memulihkan kerugian akibat skandal perbankan terbesar dalam sejarah Asia Tenggara.
Otoritas setempat mulai melelang barang-barang pribadi Lan, mulai dari tas tangan Hermès Birkin kulit buaya yang langka hingga kapal pesiar (yacht), guna mencicil kewajiban reparasi finansial yang diperintahkan pengadilan sebesar US$27 miliar (sekitar Rp428 triliun).
Dikutip dari BBC News (30/1/2026), Departemen Penegakan Putusan Perdata (Civil Judgment Enforcement Department) Kota Ho Chi Minh pekan ini mengumumkan penyitaan resmi atas sejumlah barang pribadi, termasuk arloji mewah, pakaian, dan dua tas Hermès.
Drama sempat mewarnai status kedua tas tersebut di pengadilan, Lan pernah memohon sambil menangis agar diizinkan menyimpan tas-tas itu, satu dibelinya di Italia dan satu lagi hadiah dari pengusaha Malaysia—sebagai "kenang-kenangan" (keepsakes) untuk anak dan cucunya.
Namun, permohonan sentimental itu ditolak mentah-mentah oleh hakim yang memutuskan bahwa barang-barang tersebut adalah aset yang diperoleh secara tidak sah (ill-gotten) dari hasil kejahatan.
Fokus utama likuidasi saat ini adalah kapal pesiar Reverie Saigon milik Lan. Kapal ini dijadwalkan untuk dilelang ulang pada 12 Februari mendatang dengan harga pembukaan yang didiskon menjadi 49,3 miliar dong Vietnam (sekitar US$1,9 juta).
Langkah penurunan harga ini terpaksa diambil setelah lelang perdana awal bulan ini gagal total karena tidak ada satu pun penawar yang berminat di harga 52,4 miliar dong.
Selain yacht utama, dua kapal lain milik Lan juga akan dilelang dengan harga masing-masing 4,8 miliar dong. Calon pembeli diwajibkan menyetor deposit sebesar 20 persen dari harga awal untuk dapat mengikuti proses lelang.
Penjualan aset-aset ini hanyalah tetes air di lautan dibandingkan dengan skala kejahatan Lan. Ia terbukti bersalah mengendalikan Saigon Commercial Bank (SCB) pemberi pinjaman terbesar kelima di Vietnam secara rahasia selama lebih dari satu dekade.
Melalui jaringan perusahaan cangkang (shell companies) yang rumit, ia menyedot dana pinjaman dan uang tunai dengan total nilai mencapai US$44 miliar. Lan, yang awalnya divonis hukuman mati pada April 2024 sebelum hukumannya diubah menjadi seumur hidup pada Juni lalu, kini menyaksikan lebih dari 1.200 aset properti dan kepemilikan perusahaannya disita negara.
Oktober lalu, salah satu propertinya di pusat Ho Chi Minh City berhasil terjual seharga lebih dari 600 miliar dong, menjadi aset pertama yang sukses diuangkan. (SF)