Larry Page: Prinsip 'additionality' kunci revolusi Google
Minggu, 01 Februari 2026

JAKARTA – Pendiri Google, Larry Page, kembali menyoroti prinsip kerja fundamental yang telah mengantarkan perusahaannya menjadi raksasa teknologi dunia.
Dalam sebuah ulasan mendalam mengenai filosofi kepemimpinannya yang dirilis Jumat (30/6), Page menekankan pentingnya konsep ekonomi yang disebut additionality serta pendekatan "10x". Ia mendesak para inovator untuk meninggalkan zona nyaman berupa perbaikan kecil demi mengejar terobosan yang mengubah masa depan.
Dikutip dari Times of India (30/1/2026), Page mendefinisikan additionality sebagai tindakan melakukan sesuatu yang tidak akan terjadi sama sekali kecuali jika Anda yang melakukannya.
Menurutnya, dampak nyata (real impact) hanya bisa dicapai jika seseorang berani keluar dari "arena kemajuan yang kecil dan terukur" (small, measurable arena of progress).
Page berpendapat bahwa nilai tambah yang sesungguhnya terletak pada keberanian mengerjakan hal-hal yang tidak terpikirkan oleh orang lain atau menggarap bidang yang sama sekali tidak disentuh oleh kompetitor.
Lebih jauh, Page menjelaskan filosofi "10x" yang menuntut penciptaan produk yang sepuluh kali lebih baik (ten times better) dari yang sudah ada di pasar.
Ia mengkritik kebiasaan industri yang sering kali hanya fokus pada keuntungan efisiensi kecil atau sekadar penyesuaian kode (code tweaks), yang menurutnya jarang menghasilkan luaran besar.
Sebaliknya, inovasi sejati menuntut pemikiran ulang masalah dari dasar (ground up) dan eksplorasi batas kemampuan teknologi.
"Semakin Anda belajar tentang teknologi, semakin Anda belajar apa yang mungkin," ujarnya.
Fokus utamanya bukan pada apa yang ada sekarang, melainkan pertanyaan: "Seperti apa masa depan itu sebenarnya? Dan bagaimana kita menciptakannya?"
Penerapan prinsip ini terlihat jelas dalam sejarah strategi produk Google. Page mencontohkan peluncuran Gmail yang kala itu menawarkan kapasitas penyimpanan jauh melampaui layanan surel pesaing, serta proyek ambisius digitalisasi buku skala global dan ekspansi bahasa di Google Translate.
Filosofi radikal ini pula yang melahirkan Google X, divisi riset khusus yang dibangun untuk mengerjakan proyek jangka panjang yang belum teruji, seperti mobil tanpa pengemudi (self-driving cars) dan sistem kecerdasan buatan (advanced artificial intelligence) yang kini menjadi pilar teknologi masa depan. (SF)