Panama batalkan kontrak Li Ka-shing, transaksi US$19 miliar terancam

Senin, 02 Februari 2026

image

JAKARTA – Imperium bisnis global milik orang terkaya kesembilan di Asia, Li Ka-shing, mengalami guncangan hebat setelah Mahkamah Agung Panama membatalkan hak konsesi operasional pelabuhan strategis milik konglomerasi CK Hutchison.

Putusan yang keluar pada hari Kamis ini tidak hanya mengancam kelangsungan rencana penjualan aset senilai US$19 miliar yang diumumkan tahun lalu, tetapi juga menandai babak baru ketegangan yang menjerat sang taipan di antara rivalitas sengit Amerika Serikat dan China.

Dikutip dari New Straits Times (30/1/2026), pengadilan tinggi Panama memutuskan bahwa undang-undang yang menjadi landasan bagi CK Hutchison untuk mengoperasikan dua dari lima pelabuhan utama di Terusan Panama adalah "inkonstitusional" (unconstitutional).

Keputusan ini secara efektif mengakhiri konsesi yang telah berjalan selama beberapa dekade di salah satu jalur perdagangan maritim terpenting di dunia.

Panama Ports Company, anak perusahaan CK Hutchison yang terdampak langsung, bereaksi keras dengan menyatakan bahwa putusan tersebut "tidak memiliki dasar hukum" (lacks legal basis) dan berpotensi menghancurkan ribuan mata pencaharian pekerja lokal.

Kasus ini menjadi sorotan tajam karena posisi pelabuhan tersebut yang dianggap sebagai "mata uang global yang berharga" dalam papan catur geopolitik. Li Ka-shing (97 tahun), yang dijuluki "Superman" karena ketajaman insting bisnisnya, kini berada dalam posisi terjepit. Di satu sisi, progres negosiasi penjualan pelabuhan tersebut tersendat karena tekanan politik internasional.

Di sisi lain, hubungan Li dengan Beijing memburuk secara signifikan di era Presiden Xi Jinping. Otoritas China dilaporkan tidak senang dengan langkah Li yang terus melakukan divestasi aset dari China daratan.

Kemarahan ini terekspresikan ketika rencana penjualan pelabuhan Panama diumumkan Maret lalu; otoritas Beijing yang mengawasi Hong Kong bahkan mengunggah ulang editorial surat kabar yang menyindir bahwa "Pengusaha hebat selalu menjadi patriot yang luar biasa" (Great entrepreneurs have always been outstanding patriots).

Perjalanan hidup Li sendiri mencerminkan sejarah ekonomi Asia modern. Lahir di Chaozhou pada 1928, ia melarikan diri ke Hong Kong sebagai pengungsi Perang Tiongkok-Jepang dan memulai bisnis dari pabrik bunga plastik bernama Cheung Kong.

Ia pernah menjadi kesayangan Beijing pada era 1990-an karena berani berinvestasi besar-besaran di China pasca-insiden Tiananmen 1989 saat investor asing lain kabur. Namun, angin politik berubah sejak 2012.

Tuduhan bahwa ia bersimpati pada pengunjuk rasa pro-demokrasi Hong Kong tahun 2019, ditambah dengan langkahnya memindahkan fokus investasi ke luar negeri—CK Hutchison kini beroperasi di 50 negara dengan pendapatan US$61,4 miliar pada 2024, membuatnya kini dipandang dengan penuh curiga oleh pemerintah pusat China. (SF)