Harga emas turun tajam, perak pulih saat dolar AS menguat
Senin, 02 Februari 2026

JAKARTA - Harga emas melanjutkan pelemahan pada perdagangan Senin, tertekan penguatan dolar AS, saat investor mencermati arah kebijakan moneter Federal Reserve di bawah ketua pilihan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Kevin Warsh.
Sementara itu, harga perak mulai bangkit setelah menyentuh level terendah lebih dari tiga pekan, pada Jumat lalu.
Seperti dikutip Reuters, harga emas di pasar spot turun 1,5% menjadi US$4.793,97 per ons pada pukul 00.46 GMT, setelah sebelumnya sempat menyentuh level terendah lebih dari sepekan.
Meski demikian, harga emas masih berada dekat rekor tertinggi US$5.594,82 yang dicapai pada Kamis lalu.
Berbeda dengan pasar spot, harga emas di pasar berjangka AS untuk pengiriman Februari justru menguat 1,6% dan diperdagangkan di US$4.818,10 per ons.
Sementara harga perak di pasar spot naik 1,6% ke level US$85,98 per ons, memantul dari posisi terendah lebih dari tiga minggu. Sebelumnya, perak sempat mencetak rekor harga tertinggi US$121,64 per ons pada Kamis.
Dolar AS terus menguat seiring penantian investor terhadap arah kebijakan Federal Reserve di bawah kepemimpinan Warsh, yang dikenal memiliki cenderung menyukai perampingan neraca bank sentral.
Dolar yang lebih kuat membuat emas, yang dihargai dalam mata uang AS, menjadi lebih mahal bagi investor global.
Warsh dinilai memenuhi banyak kriteria Presiden Trump untuk memimpin The Fed, mulai dari kedekatan politik dan sosial, jaringan kuat di Wall Street, hingga pendekatan kebijakan yang lebih terarah.
Namun, sejauh mana dan seberapa cepat ia akan memangkas suku bunga, serta seberapa agresif mendorong perubahan kebijakan di The Fed, masih menjadi tanda tanya bagi pasar.
Data ekonomi AS yang dirilis Jumat lalu menunjukkan harga produsen mencatat kenaikan terbesar dalam lima bulan pada Desember, terdorong dampak tarif impor.
Data ini mengindikasikan tekanan inflasi berpotensi meningkat dalam beberapa bulan ke depan, sehingga membuka ruang bagi The Fed untuk menahan suku bunga lebih lama.
Meski demikian, pelaku pasar masih memperkirakan setidaknya akan ada dua kali penurunan suku bunga AS sepanjang 2026. Dalam lingkungan suku bunga rendah, emas yang tidak memberikan imbal hasil cenderung tampil lebih menarik bagi investor.
Sementara itu, logam mulia lainnya bergerak melemah. Harga platinum di pasar spot turun 2% menjadi US$2.120,05 per ons, setelah sebelumnya mencetak rekor US$2.918,80 pada 26 Januari. Harga paladium juga terkoreksi 0,9% ke US$1.682,59 per ons. (DK/KR)