Laba 2025 diproyeksi naik 125%, INPP ungkap proyek andalan 2026

Senin, 02 Februari 2026

image

JAKARTA – PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP), atau yang lebih dikenal dengan Paradise Indonesia, memproyeksikan laba bersih Perseroan pada tahun buku 2025 akan mampu naik 125% secara tahunan.

Kenaikan ini, menurut Surina, Direktur INPP, ditopang oleh pendapatan yang juga diperkirakan melonjak 125% pascarampungnya handover 80-90% unit tersedia di Antasari Place.

Hal ini membuat kontribusi segmen penjualan properti melonjak hingga sekitar 31%, jauh lebih tinggi dibandingkan komposisi tahun-tahun sebelumnya yang berkisar di level 20-25%.

Seiring kenaikan segmen ini, Surina melanjutkan, porsi recurring income pun menyusut menjadi 69%. “Tapi secara value naik,” imbuhnya.

Selain itu, Surina juga mengakui terdapat tambahan laba yang signifikan dari masuknya investor asal Jepang, Hankyu Hanshin Properties, ke unit usahanya, PT Narpati Arjaya Properti (NAP)

“Ada investor Jepang yang join ke salah satu unit usaha kami, yang memberikan laba yang kami catat cukup besar, sekitar Rp500-an [miliar],” ujarnya pada pemaparan Outlook 2026, Jumat (30/1).

Namun, INPP menargetkan pendapatan usaha naik hanya 5-10% di 2026 tahun ini, dengan kontribusi penjualan properti kembali ke level normal di 24%, sementara segmen komersial dan perhotelan masing-masing menyumbang 38%.

Sehingga, target recurring income juga meningkat menjadi 76% dari total pendapatan Perseroan di akhir 2026.

Hal ini, menurut Surina, akan didorong oleh rampungnya pembangunan Mall 23 Semarang pada kuartal II 2026 dan peluncuran mall tersebut yang menyusul di tahun ini.

Di sisi lain, segmen perhotelan akan berjalan seperti biasa, meski terdapat rencana renovasi dan perbaikan aset, misalnya Sheraton hotel yang akan membangun satu sayap khusus untuk fasilitas spa.

“Itu sebenarnya bisa berdampak hampir 5-10% dari omset. Nah, jadi kita bukan hanya terus berkembang secara extensifikasi, tapi kita juga harus intensifikasi; bagaimana kita terus mengimprove aset-aset yang sudah kita miliki,” tambah Anthony S. Prabowo, Presiden Direktur INPP, di kesempatan yang sama.

Selain itu, Anthony mengungkap rencana pembangunan dan peluncuran proyek kompleks komersial terbarunya di Balikpapan, yaitu 88 Plaza, pada tahun 2026.

“Ya, jadi development ini bisa dikatakan nanti akan menjadi satu daerah semacam CBD zone yang mixed-use juga,” jelas Anthony.

Anthony mengakui bahwa IKN tak lagi menjadi sorotan utama publik, namun ia merasa bahwa permintaan wilayah komersial yang meningkat ini merupakan kondisi riil.

“Nah, saya baru meyakini sekarang, bahwa yang peningkatan demand itu fundamental gitu,” ujarnya pada IDNFinancials.com.

Perseroan menargetkan pembangunan dimulai pada kuartal II, dengan fase infrastruktur pada kuartal I dan pembangunan struktur di kuartal III 2026.

Untuk mendukung intensifikasi dan ekspansi portofolio INPP, Perseroan menganggarkan belanja modal (capex) sekitar Rp400 miliar pada tahun 2026, dengan porsi terbesar, hingga 69%, ditujukan untuk segmen komersial.

Sementara itu, renovasi dan pembaharuan hotelnya akan memakan 10% total anggaran, dan penjualan properti diproyeksikan akan menggunakan 21% capex 2026. (ZH)