Didukung hilirisasi, produksi nikel ANTM melonjak pada 2025
Senin, 02 Februari 2026

JAKARTA - PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mencatat lonjakan volume produksi sepanjang 2025, terutama pada komoditas nikel, bauksit, emas, dan feronikel.
Berdasarkan keterbukaan informasi BEI, Jumat (30/1), produksi bijih nikel ANTM mencapai 16,11 juta wet metric ton (wmt) pada 2025 atau naik 62% dari tahun sebelumnya. Volume penjualan pun berada di rekor tertinggi untuk lebih dari satu dekade, mencapai 14,58 juta wmt.
Untuk komoditas bauksit, ANTM membukukan volume produksi mencapai 2,83 juta wmt dan volume penjualan 1,89 juta wmt, tertinggi sepanjang sejarah perusahaan.
Sementara itu, volume produksi Chemical Grade Alumina (CGA) mencapai 181.690 ton dan penjualan 180.221 ton, didukung optimalisasi operasi pabrik pengolahan.
Pada segmen feronikel, kinerja ANTM dipengaruhi perubahan regulasi terkait harga batas bawah. Namun volume produksi feronikel pada 2025 mencapai 16.064 ton nikel dalam feronikel (TNi), dengan penjualan 10.528 TNi. Seluruh penjualan feronikel diserap pasar ekspor, terutama ke Korea Selatan, India, dan China.
Pada komoditas logam mulia, volume penjualan emas ANTM mencapai 37.406 kilogram sepanjang 2025, sementara volume produksinya mencapai 743 kilogram.
Dalam keterangan yang disampaikan, Manajemen ANTM berkomitmen melanjutkan agenda hilirisasi setelah kinerja produksinya tumbuh positif.
Untuk komoditas emas, ANTM telah mengembangkan fasilitas manufaktur logam mulia di kawasan Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE), Gresik, Jawa Timur. Proyek ini memasuki tahap konstruksi pada kuartal IV tahun 2025, serta bertujuan meningkatkan kapasitas dan nilai tambah produk emas.
ANTM juga melanjutkan pengembangan hilirisasi mineral lainnya, termasuk pembangunan ekosistem baterai kendaraan listrik, sejalan dengan kebijakan peningkatan nilai tambah di dalam negeri. (DH/KR)