Antam, IBC gaet mitra global untuk proyek hilirisasi nikel US$6 miliar

Senin, 02 Februari 2026

image

JAKARTA – PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan Indonesia Battery Coporation (IBC) melalui PT Industri Baterai Indonesia (IBI) menandatangani Perjanjian Kerangka Kerja dengan HYD Investment Limited (HYD) untuk hilirisasi nikel.

I Dewa Wirantaya, Direktur Pengembangan Usaha ANTM, menjelaskan bahwa rencana pengembangan hilirisasi nikel ini adalah bagian dari inisiatif pengembangan ekosistem baterai listrik terintegrasi.

Penandatanganan kerja sama ini dilakukan oleh Direktur Utama ANTM Untung Budiharto, Direktur Utama IBI Aditya Farhan Arif, dan Direktur HYD Investment Limited Liu Jinzheng pada Jumat (30/1) lalu.

Sebagai catatan, HYD Investment Limited adalah sebuah konsorsium dari Zhejiang Huayou Cobalt Co., Ltd. dan EVE Energy Co., Ltd., asal China, serta PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ).

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa kepemilikan mayoritas atas proyek ini masih akan dipegang ANTM.

Di sisi lain, ia pun mengakui bahwa pengembangan industri hilirisasi nikel masih membutuhkan dukungan mitra luar negeri, melalui transfer teknologi, akses pasar, dan manajemen profesional.

Menurut Bahlil, proyek ini digadang-gadang menjadi yang terbesar di Asia, dengan target kapasitas produksi baterai listrik mencapai 20 GWh, dengan total nilai investasi mencapai US$6 miliar dan potensi 10 ribu lapangan kerja baru.

Proyek ini, lanjutnya, tidak hanya mendukung pengembangan kendaraan listrik, tetapi juga mendukung pembangkit listrik hijau, termasuk kebutuhan baterai untuk program PLTS 100 GW.

"Jadi kita, Insya Allah ke depan, akan menjadi salah satu pemain terbesar dunia, terkait dengan bahan baku dan baterai mobil untuk menuju kepada energi baru terbarukan," tutup Bahlil. (ZH)