Free float 6 saham LQ45 di bawah 15%, BEI beri tenggat

Selasa, 03 Februari 2026

image

 

JAKARTA – Enam saham yang menjadi konstituen indeks LQ45 belum memenuhi batas minimum free float atau porsi saham publik, dengan kepemilikan masing-masing di bawah 5% dan tidak terafiliasi dengan pengendali.

Seperti disampaikan IDNFinancials.com, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Self-Regulatory Organization (SRO) termasuk Bursa Efek Indonesia (BEI), berencana meningkatkan batas minimum free float untuk perusahaan tercatat, dari 7,5% menjadi 15% mulai awal Februari 2025.

Aturan baru itu menyusul proposal dari pengelola indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI), yang keberatan dengan batas minimum free float saham Indonesia.

Pejabat Sementara (Pjs) Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengatakan aturan free float 15% akan diterapkan secara langsung untuk perusahaan baru, yang akan menggelar Initial Public Offering (IPO) di bursa.

“Sedangkan emiten eksisting akan diberikan masa transisi dengan stages tertentu,” jelas Friderica, dalam Dialog Pasar Modal yang digelar pada akhir pekan lalu.

Peningkatan batas minimum free float itu, kata Friderica, untuk menyelaraskan aturan di pasar saham Indonesia sesuai standar global, serta sejalan dengan proposal MSCI pekan lalu.

Menurut data yang dihimpun IDNFinancials.com, berikut ini daftar 6 saham LQ45 yang memiliki free float di bawah 15% dan diurutkan berdasarkan kapitalisasi pasar terbesar:

  1. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), emiten infrastruktur di bawah kendali Prajogo Pangestu ini, hanya memiliki free float 12,29%. Harga saham BREN turun lebih dari 11% dalam sepekan, membuat kapitalisasi pasarnya kini sebesar Rp1.113 triliun.
  2. PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL), emiten tambang nikel yang berada di bawah kendali Lim Gunawan Hariyanto ini, memiliki free float 10,44%. Harga saham NCKL telah turun 18,89% dalam sepekan dan kapitalisasi pasarnya kini sebesar Rp78,55 triliun.
  3. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), emiten Consumer Non-Cyclicals milik Grup Unilever PLC ini, memiliki free float 14,05%. Harga saham UNVR dalam sepekan turun 5,58% dalam sepekan dan kapitalisasi pasarnya kini mencapai Rp77,44 triliun.
  4. PT Adaro Minerals Tbk (ADMR), emiten sektor energi milik Boy Thohir dan Arini Saraswaty ini, memiliki free float 11,97%. Harga sahamnya turun 18,86% dalam sepekan dan kapitalisasi pasarnya sebesar Rp75,63 triliun.
  5. PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), emiten energi terbarukan milik Pertamina dan Masdar ini, memiliki free float  10,9%. Harga saham PGEO turun 10,04% dalam sepekan dan kapitalisasi pasarnya kini sebesar Rp46,83 triliun.
  6. PT Surya Citra Media Tbk (SCMA), emiten Consumer Cyclicals milik Eddy K. Sariaatmadja ini, memiliki free float 14,93%. Namun harga sahamnya turun paling dalam yaitu 25,17% dalam sepekan dan membuat kapitalisasi pasarnya turun menjadi Rp15,82 triliun.

Sebagai catatan, LQ45 adalah indeks yang disusun oleh BEI dan menampilkan 45 saham paling likuid, dengan kinerja fundamental dan kepatuhan terhadap regulasi pasar modal. (KR)