Vanguard pangkas fee turun jadi 0,06%, persaingan makin sengit
Selasa, 03 Februari 2026

JAKARTA - Vanguard Group kembali meluncurkan gelombang pemangkasan biaya di jajaran reksa dana dan exchange-traded fund (ETF), memperketat persaingan di industri pengelolaan aset yang sejak lama dikenal berbiaya rendah.Dilansir dari bloomberg.com, Manajer aset yang didirikan Jack Bogle dan mengelola dana sekitar US$12 triliun itu memangkas biaya pada 84 kelas saham reksa dana dan ETF di 53 produk.Dalam keterangan resmi pada Senin, Vanguard menyebut langkah ini menurunkan rasio biaya rata-rata berbobot aset menjadi 0,06%, atau satu basis poin lebih rendah dari rekor pemangkasan biaya tahun lalu.Pemotongan biaya terbaru ini menjadi bagian dari strategi konsisten Vanguard selama lebih dari 50 tahun dalam mengubah lanskap industri melalui produk indeks berbiaya rendah.Strategi tersebut memaksa para pesaing menekan biaya ke level terendah demi bertahan. Di saat tren “perang biaya” mulai mencapai batasnya dan biaya rata-rata dana baru justru naik, Vanguard tetap berpegang pada pendekatan penurunan biaya secara bertahap.“Vanguard dimiliki oleh para investor — kami tidak memiliki pemegang saham eksternal atau pemilik internal yang mencari keuntungan dari klien,” kata CEO Vanguard Salim Ramji.Ia menegaskan pemangkasan biaya lebih dari US$500 juta dalam dua tahun terakhir mencerminkan komitmen perusahaan kepada para klien yang juga bertindak sebagai pemilik. Vanguard memperkirakan investor telah menghemat sekitar US$600 juta dari pemotongan biaya tahun lalu dan tahun ini.Struktur kepemilikan unik tersebut membuat Vanguard relatif lebih tahan terhadap tekanan margin yang dialami pesaing.Pemegang unit dana memilih dewan direksi, yang kemudian menyalurkan kelebihan pendapatan untuk menekan biaya produk.Meski demikian, Vanguard menghasilkan pendapatan biaya yang jauh lebih kecil dibandingkan pesaingnya.Dengan aset US$12 triliun dan posisi kedua terbesar di pasar ETF, Vanguard hanya membukukan sekitar US$1,5 miliar pendapatan biaya dari ETF yang tercatat di AS tahun lalu.Angka ini tertinggal dari BlackRock yang meraup sekitar US$5,4 miliar, meski total aset ETF BlackRock hanya sekitar 6% lebih besar pada akhir 2025.Rata-rata biaya Vanguard terus menurun meskipun perusahaan mulai agresif masuk ke produk dana kelolaan aktif yang umumnya berbiaya lebih tinggi.Tahun lalu, Vanguard meluncurkan ETF saham aktif pertamanya, termasuk Vanguard Wellington Dividend Growth Active ETF (VDIG), yang menjadi ETF termahal Vanguard dengan rasio biaya 0,40%. (DK)