CEO QatarEnergy Saad al-Kaabi prediksi LNG akan langka 2030
Selasa, 03 Februari 2026

JAKARTA - CEO QatarEnergy Saad al-Kaabi memprediksi peningkatan permintaan listrik dari teknologi kecerdasan buatan (AI) dan pusat data, ditambah naiknya konsumsi energi di Asia serta kebutuhan gas Eropa, berpotensi mengubah perkiraan surplus pasokan gas alam cair (LNG) global menjadi kelangkaan pada 2030.
Seperti dikutip reuters.com, Senin (22/2), menurut Kaabi, yang juga menjabat Menteri Energi Qatar, gelombang pasokan LNG dalam jumlah besar yang akan masuk pasar pada periode 2026–2029 sebelumnya memicu kekhawatiran kelebihan pasokan yang dapat menekan harga.Sejumlah proyek besar, seperti Golden Pass LNG di Pantai Teluk AS dan ekspansi Lapangan Utara Qatar, diperkirakan menyumbang volume signifikan.“Kami selalu memperkirakan akan ada semacam kelebihan pasokan pada 2025–2030, namun setelah itu pasar justru berpotensi mengalami kekurangan,” ujar Kaabi.Ia menambahkan, proyeksi permintaan kini meningkat, terutama dipicu kebutuhan AI dan pusat data yang memerlukan pasokan listrik stabil sebagai beban dasar.Kaabi menegaskan, jika tren tersebut berlanjut, pasar LNG global justru akan menghadapi defisit pasokan pada 2030, bukan surplus.Ia juga menyoroti Eropa yang kini muncul sebagai pembeli utama LNG sejak menghentikan impor gas Rusia pascainvasi Ukraina. (DK)