PNBN tawarkan obligasi Rp2,7 triliun untuk modal kerja 2026

Selasa, 03 Februari 2026

image

JAKARTA - PT Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN) akan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan IV Tahap IV Tahun 2026 dengan jumlah pokok Rp2,712 triliun.

Efek utang ini merupakan bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan IV PNBN, dengan target penghimpunan dana sebesar Rp15 triliun.

Dikutip dari prospektus PNBN, obligasi yang diterbitkan terdiri atas dua seri. Seri A ditawarkan senilai Rp1,7 triliun dengan tenor tiga tahun dan bunga tetap 5,90% per tahun. Sementara Seri B ditawarkan sebesar Rp1,0 triliun dengan tenor lima tahun dan bunga tetap 6,15% per tahun.

Pelunasan pokok akan dilakukan sekaligus pada saat jatuh tempo.

Pembayaran bunga dilakukan setiap tiga bulan, dengan pembayaran pertama pada 25 Mei 2026. Obligasi Seri A akan jatuh tempo pada 25 Februari 2029, sedangkan Seri B pada 25 Februari 2031.

PNBN akan menggunakan dana hasil penerbitan obligasi, setelah dikurangi biaya emisi, untuk modal kerja penyaluran kredit. Obligasi ini tidak dijamin dengan aset tertentu, namun dijamin secara umum oleh seluruh kekayaan perseroan sesuai ketentuan perundang-undangan.

Penawaran obligasi ini dijamin secara kesanggupan penuh (full commitment). Penjamin pelaksana emisi dan penjamin emisi obligasi adalah PT Evergreen Sekuritas Indonesia, PT Aldiracita Sekuritas Indonesia, PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia, PT Sinarmas Sekuritas, dan PT Sucor Sekuritas.

Sedangkan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk bertindak sebagai wali amanat.

Pefindo memberikan peringkat idAA (Double A) untuk obligasi yang akan diterbitkan PNBN. Masa penawaran dijadwalkan berlangsung pada 13–20 Februari 2026, dengan tanggal pencatatan di Bursa Efek Indonesia pada 26 Februari 2026. (DH/KR)