Kurangi dominasi China, Trump akan borong mineral kritis US$12 miliar

Selasa, 03 Februari 2026

image

WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat Donald Trump bersiap meluncurkan proyek cadangan strategis mineral kritis dengan modal awal US$12 miliar yang bersumber dari Bank Ekspor-Impor AS (EXIM), menurut seorang pejabat pemerintahan yang mengetahui rencana tersebut.Investasi ini menjadi langkah terbaru Washington untuk menekan apa yang dipandang sebagai manipulasi harga oleh China terhadap lithium, nikel, rare earth, dan mineral penting lainnya.Komoditas tersebut krusial bagi berbagai sektor, mulai dari kendaraan listrik hingga persenjataan berteknologi tinggi, namun selama bertahun-tahun dinilai menghambat perkembangan industri pertambangan AS.Proyek yang diberi nama Project Vault ini pertama kali dilaporkan Bloomberg News.Skema pendanaannya mengombinasikan modal swasta dengan pinjaman EXIM Bank senilai US$10 miliar guna membeli dan menyimpan mineral bagi produsen otomotif, perusahaan teknologi, serta pelaku manufaktur lainnya.Kabar rencana tersebut mendorong saham perusahaan mineral kritis dan rare earth, termasuk MP Materials dan USA Rare Earth, mencatat lonjakan harga saham, mengutip dari bloomberg.com.Dewan direksi EXIM dijadwalkan memberikan suara pada Senin untuk menyetujui pinjaman 15 tahun senilai US$10 miliar tersebut.Trump juga dijadwalkan bertemu pada hari yang sama dengan CEO General Motors Mary Barra serta pengusaha tambang Robert Friedland, yang mewakili produsen sekaligus pengguna mineral kritis.Hingga berita ini disusun, Gedung Putih belum memberikan tanggapan resmi. Proyek ini menarik minat luas dari perusahaan otomotif dan teknologi AS.Perusahaan perdagangan komoditas seperti Hartree Partners, Traxys North America, dan Mercuria Energy Group akan mengelola pengadaan bahan mentah untuk cadangan tersebut.Cadangan strategis ini diperkirakan mencakup rare earth, mineral kritis, serta unsur strategis lain yang harganya cenderung bergejolak.

Project Vault juga dirancang untuk membantu industri otomotif AS dengan meminimalkan risiko neraca perusahaan, melalui skema pembelian skala besar yang dianalogikan seperti keanggotaan grosir.Selain itu, proyek ini bertujuan menyediakan pasokan mineral darurat hingga 60 hari. Struktur manajemen khusus akan dibentuk, dengan EXIM Bank diperkirakan memiliki kursi di jajaran direksi.Sebagai catatan, bulan lalu sekelompok anggota parlemen AS lintas partai mengajukan rancangan undang-undang untuk membentuk cadangan mineral kritis senilai US$2,5 miliar guna menstabilkan harga dan mendorong penambangan serta pemurnian domestik. (DK)