Dirut Inalum Melati Sarnita: Pabrik alumunium baru beroperasi 2029

Kamis, 20 November 2025

image

JAKARTA - Perusahaan aluminium milik negara, PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), menargetkan tahun 2029 untuk mulai mengoperasikan pabrik aluminium baru yang akan dibangun di Kalimantan Barat.

Direktur Utama Inalum Melati Sasmita, seperti dikutip Reuters, Kamis.(20/11), perusahaan berencana membangun smelter dengan kapasitas produksi 600.000 ton aluminium per tahun dengan estimasi investasi hampir US$2,5 miliar, ujar Direktur Utama Melati Sarnita.

"Pabrik baru tersebut akan menambah kapasitas produksi Inalum yang saat ini sekitar 275.000 ton," ujar Melati kepada anggota parlemen.

Penambahan kapasitas ini dirancang untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor, katanya, dengan mencatat bahwa saat ini sekitar 54% aluminium nasional masih dipasok dari luar negeri.

“Ke depan, kami yakin dapat meningkatkan kapasitas untuk mengurangi ketergantungan pada impor dan memperkuat rantai pasok aluminium nasional.” 

Perusahaan tengah berdiskusi dengan beberapa calon mitra strategis untuk pembangunan pabrik tersebut. "Termasuk dana kekayaan negara Danantara dan sejumlah perusahaan global lainnya," kata Melati.

Sebuah perusahaan Tiongkok yang menyediakan teknologi peleburan juga diperkirakan akan mengambil porsi kepemilikan sekitar 5% hingga 10% dalam proyek ini. Ia tidak menyebut nama perusahaan tersebut.

Proyek ini akan membutuhkan kapasitas listrik sebesar 1,2 gigawatt dan berencana membeli listrik dari perusahaan listrik negara atau pemasok lainnya.

Perusahaan juga tengah memperluas kapasitas kilangnya untuk menggandakan produksi alumina kualitas smelter  bahan baku pembuatan aluminium  sehingga total produksi meningkat menjadi 2 juta ton pada 2028 dari 1 juta ton saat ini. (DH)