Suspensi dicabut, saham INDS melesat 9,40% di sesi I

Selasa, 03 Februari 2026

image

JAKARTA – Harga saham PT Indospring Tbk (INDS) terkerek pada sesi I perdagangan saham, Selasa (3/2), hari pertama perdagangan setelah disuspensi sejak 21 Januari 2026.

Dalam pantauan di sesi I pukul 10.55 WIB, saham emiten ini terkerek 9,40% atau Rp70 menjadi Rp815 per lembar. Penguatan saham emiten ini sejak pembukaan perdagangan sesi I pukul 09.00 WIB.

Sehari sebelum disuspensi pada (20/1), saham emiten ini menguat Rp145 menjadi Rp745 per saham pada penutupan transaksi sesi II pukul 16.00 WIB. Volume perdagangan 51,63 juta lembar dalam 7.879 kali transaksi senilai Rp32,29 miliar.

Sebelumnya, suspensi atas transaksi saham emiten ini karena kenaikan harga secara akumulasi yang signifikan. Kebijakan itu dilakukan guna memberikan waktu yang cukup ke investor sebelum berinvestasi saham INDS.

Seiring pembukaan suspensi perdagangan saham, Bob Budiono, Direktur INDS mengumumkan perolehan kontrak sewa tujuh unit forklift antara anak usaha. Nilai kontrak penyewa sejumlah forkflift listrik itu senilai Rp631,95 juta untuk setahun ke depan.

“Transaksi berlangsung antara PT Sinar Indra Nusa Jaya (SIJ) dan PT Bagaskoro Mega Langgeng (BML),” katanya dalam keterbukaan informasi dikutip Selasa )(3/2).

Per Desember 2025, jumlah saham emiten ini tercatat 6,56 miliar dengan porsi Pengendali 88,11% dan Nonpengendali 11,89%. Jumlah pemegang saham 2.942 nasabah dengan persentase free float 7,78%. Penerima manfaat akhir dari kepemilikan saham yakni, Wiranto Nurhadi. (LK)