INET akuisisi PADA senilai Rp106,4 miliar, 7% di atas nilai pasar

Selasa, 03 Februari 2026

image

JAKARTA – PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET), penyedia layanan ISP dan jaringan fibre optic, telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Bersyarat (CSPA) terkait pengambilalihan PT Personel Alih Daya Tbk (PADA), pada 28 Januari 2026 lalu.

Dalam perjanjian tersebut, INET sepakat untuk mengambil alih 1,69 miliar lembar saham PADA dari pengendali sebelumnya, Koperasi Pegawai PT Indosat Tbk (Kopindosat), senilai Rp106,39 miliar – atau setara dengan Rp63 per lembar.

Angka tersebut juga setara 29,41% dari ekuitas INET per September 2025, yang tercatat mencapai Rp361,52 miliar.

Mengacu pada keterbukaan informasi Perseroan, nilai akuisisi tersebut juga 6,91% lebih tinggi dari nilai pasar yang dihitung oleh penilai independen, yaitu Rp99,52 miliar.

Setelah pengambilalihan ini, INET akan menjadi pengendali PADA dengan porsi 53,57%, sedangkan porsi Kopindosat menyusut menjadi 6,29%.

Selain itu, Sigit Kuntjahjo – Komisaris PADA dan Direktur Keuangan Kopindosat – masih menggenggam 11,57% saham PADA, sedangkan porsi publik 28.57%.

Sebagai catatan, PADA merupakan salah satu perusahaan outsourcing terbesar di Indonesia.

“Melalui akuisisi PADA, Perseroan dapat memperluas portofolio bisnisnya dari layanan digital dan teknologi murni ke layanan operasional berbasis tenaga kerja yang luas,” jelas manajemen dalam prospektusnya.

INET mengharapkan bahwa akuisisi ini juga dapat membantu rencana pengembangan jaringan FTTH di Pulau Bali, Pulau Lombok dan Provinsi Kalimantan Barat, didukung jaringan operasional PADA di 25 kota dengan 36 ribu tenaga kerja profesional.

“Dengan pengaruh-pengaruh secara operasional tersebut, maka transaksi akuisisi PADA ini akan berpengaruh positif pula pada kondisi keuangan Perseroan di masa yang akan datang,” tutup manajemen. (ZH)