Harga batu bara acuan periode I Februari naik ke US$106,11 per ton

Selasa, 03 Februari 2026

image

JAKARTA - Harga Batu Bara Acuan (HBA) periode I Februari 2026 tercatat naik menjadi US$106,11 per ton, dibandingkan periode II Januari 2026 yang berada di level US$104,03 per ton.

Kenaikan harga tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 47.K/MB.01/MEM.B/2026 tertanggal 29 Januari, yang diakses hari ini, Selasa (3/2).

Mengacu pada data Harga Acuan di laman resmi Kementerian ESDM, selain harga acuan batu bara dengan nilai kalor 6.322 kcal/kg, perubahan harga juga terjadi pada HBA I, HBA II, dan HBA III.

Sebagai catatan, pemerintah membagi HBA ke dalam empat kategori berdasarkan nilai kalori yang terkandung dalam batu bara.

Berikut adalah detail harga batu bara acuan periode I Februari 2026, yang berlaku pada 1–14 Februari:

  1. HBA (6.322 GAR) sebesar US$106,11 per ton, naik dibandingkan periode II Januari 2026 sebesar US$102,03 per ton;
  2. HBA I (5.300 GAR) sebesar US$73,96 per ton, naik dari US$71,61 per ton;
  3. HBA II (4.100 GAR) sebesar US$48,21 per ton, turun dari US$48,39 per ton;
  4. HBA III (3.400 GAR) sebesar US$35,83 per ton, meningkat dari US$35,38 per ton.

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa pemerintah berencana memangkas produksi batu bara nasional menjadi sekitar 600 juta ton pada 2026. Angka tersebut turun hampir 200 juta ton dibandingkan produksi tahun 2025 yang mencapai 790 juta ton.

Kebijakan pemangkasan produksi ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga batu bara di pasar global. Saat ini, total perdagangan batu bara dunia mencapai sekitar 1,3 miliar ton per tahun, dengan kontribusi Indonesia sekitar 514 juta ton.

Melimpahnya pasokan batu bara global dinilai menjadi salah satu faktor yang menekan harga komoditas tersebut, yang tercermin pada tren penurunan HBA secara umum sepanjang 2025. (DK/ZH)