Hadang China, Uni Eropa tawarkan mineral kritis ke Amerika

Rabu, 04 Februari 2026

image

JAKARTA - Uni Eropa akan menawarkan kemitraan mineral kritis kepada Amerika Serikat (AS) guna membatasi pengaruh China, seiring upaya inisasi kesepakatan global bersama pemerintahan Presiden Donald Trump pekan ini.Menurut sumber yang mengetahui pembahasan tersebut, Uni Eropa siap menandatangani nota kesepahaman dengan AS untuk menyusun “Peta Jalan Kemitraan Strategis” dalam waktu tiga bulan.Kemitraan ini bertujuan mencari sumber mineral kritis secara bersama-sama, tanpa bergantung pada China, yang selama ini menjadi pemasok utama mineral murah bagi AS dan Uni Eropa.Seperti dikutip Bloomberg, proposal tersebut memuat sejumlah opsi untuk mengurangi ketergantungan mineral kritis, termasuk pengembangan proyek bersama yang mendukung mekanisme pengaturan harga.Uni Eropa dan AS juga berusaha melindungi pasar dalam negeri mereka, dari kelebihan pasokan mineral dari luar negeri dan menekan potensi manipulasi pasar, sekaligus membangun rantai pasok yang aman.Selain aspek ekonomi, proposal Uni Eropa juga menekankan pentingnya sikap saling menghormati integritas wilayah.Hubungan AS dan Uni Eropa sempat memanas dalam beberapa pekan terakhir, menyusul ambisi  Trump untuk menguasai Greenland, wilayah milik Denmark.Inisiatif ini muncul saat AS bersiap mengumpulkan puluhan menteri luar negeri dan pejabat senior negara sekutu, yang bertujuan  mengurangi ketergantungan pada mineral kritis China.Upaya serupa sebenarnya telah dilakukan berbagai pemerintahan AS sebelumnya, namun tak memberikan hasil signifikan.Komisi Eropa menyebut pembicaraan tersebut cukup krusial untuk mendiversifikasi pasokan, agar tidak bergantung pada satu negara saja.Isu ini menjadi prioritas utama Washington setelah China memberlakukan pembatasan ekspor mineral tanah jarang tahun lalu, meski sebagian ditunda lewat kesepakatan antara Trump dan Presiden China Xi Jinping.Namun AS kini ingin bergerak cepat, serta mendorong mekanisme pembentukan harga yang lebih baik guna melindungi industri dalam negeri mereka. (DK/KR)