Dorong kemandirian energi, Prabowo larang ekspor limbah sawit
Rabu, 04 Februari 2026

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mengumumkan larangan ekspor limbah kelapa sawit, termasuk minyak jelantah, untuk memastikan sumber daya tersebut dimanfaatkan bagi kepentingan nasional, khususnya dalam memperkuat kemandirian energi.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin.
Seperti dikutip Antara News, Ia menegaskan potensi besar sawit Indonesia harus dioptimalkan untuk kebutuhan dalam negeri.
Menurut Prabowo, limbah sawit dan minyak jelantah merupakan bahan baku penting untuk produksi bahan bakar penerbangan dan biodiesel.
Karena itu, pemerintah memutuskan menghentikan pengirimannya ke luar negeri agar manfaatnya lebih dulu dirasakan masyarakat Indonesia.
Ia menyebut kelapa sawit sebagai komoditas strategis dengan beragam turunan, mulai dari minyak goreng dan produk pangan hingga sabun dan energi terbarukan.
Prabowo juga menilai sawit sebagai “tanaman ajaib” karena perannya yang krusial dalam memenuhi kebutuhan global.
Meski minat dunia terhadap crude palm oil (CPO) Indonesia sangat besar, Prabowo menegaskan kepentingan nasional harus menjadi prioritas.
Bahan baku sawit, termasuk limbahnya, diarahkan untuk mendukung produksi biodiesel dan bahan bakar penerbangan di dalam negeri.
Pengembangan energi berbasis sawit, lanjutnya, akan mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor bahan bakar.
Prabowo menargetkan Indonesia tidak hanya swasembada biodiesel, tetapi juga menjadi salah satu produsen utama bahan bakar penerbangan di dunia. (DK)