Indeks Ketakutan VIX meroket, Nasdaq turun lebih dari 2%
Jumat, 21 November 2025

WASHINGTON - Bursa saham Wall Street berbalik melemah tajam pada Kamis setelah reli awal memudar. Penguatan sektor teknologi yang sempat terdorong oleh kinerja Nvidia tidak mampu bertahan, sementara data ketenagakerjaan AS kembali menambah ketidakpastian prospek pasar tenaga kerja.
Nasdaq mencatat penutupan terendah sejak 11 September, dan S&P 500 menyentuh level terendah sejak 10 September.
Indeks volatilitas Cboe (VIX) melonjak ke posisi tertinggi sejak 24 April, mencerminkan meningkatnya kecemasan investor. Pada akhir sesi, VIX meroket 11,67% atau 2,76 poin ke level 26,42.
Menurut laporan Reuters, Dow Jones Industrial Average ditutup merosot 386,51 poin (0,84%) menuju 45.752,26. S&P 500 anjlok 103,40 poin (1,56%) ke 6.538,76, sementara Nasdaq Composite terperosok 486,18 poin (2,15%) ke 22.078,05.
Saham Nvidia yang sempat naik hingga 5% justru berbalik turun 3,2% pada akhir sesi. Indeks semikonduktor melemah 4,8%, menekan mayoritas saham chip, dan menambah kekhawatiran atas valuasi teknologi yang dinilai terlalu tinggi di tengah besarnya belanja terkait kecerdasan buatan (AI).
Nvidia, perusahaan paling berharga di dunia, memproyeksikan penjualan kuartal keempat di atas perkiraan analis dan membukukan pendapatan kuartal ketiga melampaui ekspektasi.
CEO Jensen Huang pun menepis kekhawatiran soal AI, menyebut pihaknya melihat sesuatu yang sangat berbeda.
Analis Argent Capital Management, Jed Ellerbroek, mengatakan laporan keuangan Nvidia sebenarnya menghapus banyak keraguan terkait investasi AI.
Namun ia menilai sulit mencari pemicu spesifik pembalikan pasar selain lanjutan aksi defensif yang sudah terjadi selama dua pekan terakhir.
Di sektor S&P 500, consumer staples menjadi satu-satunya kelompok yang menguat dengan kenaikan 1,1%, sementara sektor teknologi memimpin pelemahan dengan penurunan 2,7%.
Selama sesi, Nasdaq dan Dow bergerak liar lebih dari 1.000 poin dari posisi tertinggi ke terendah.
Nasdaq bahkan mencatat rentang pergerakan intraday 4,9 poin persentase, terbesar sejak 9 April saat gejolak tarif terjadi.
Tekanan pasar bertambah setelah data ketenagakerjaan AS menunjukkan tingkat pengangguran September meningkat, meski pertumbuhan lapangan kerja melampaui ekspektasi.
Data ini memperdalam ketidakpastian apakah The Fed akan kembali memangkas suku bunga pada Desember.
Pemerintah federal kini mulai merilis tumpukan data yang tertunda akibat penutupan selama 43 hari.
Laporan ketenagakerjaan Kamis merupakan data terakhir sebelum pertemuan The Fed bulan depan. Laporan Oktober sendiri ditiadakan dan akan digabung dengan data November.
Jake Dollarhide, CEO Longbow Asset Management, mengatakan data ekonomi yang tertahan selama dua bulan terakhir kini “akan mengalir deras” dan memberi gambaran lebih jelas mengenai kondisi ekonomi.
Gubernur The Fed Lisa Cook memperingatkan bahwa harga aset, termasuk saham, obligasi korporasi, perumahan, dan pasar pinjaman leveraged, yang berada pada level historis tinggi berpotensi memicu penurunan valuasi signifikan.
Sementara itu, saham Walmart melesat 6,5% setelah meningkatkan proyeksi laba tahunan dan mengumumkan rencana memindahkan pencatatan saham dari NYSE ke Nasdaq pada Desember.
Di NYSE, jumlah saham yang turun melampaui yang naik dengan rasio 3,25:1, terdapat 93 saham yang mencatat harga tertinggi baru dan 269 harga terendah baru.
Di Nasdaq, 1.168 saham menguat dan 3.585 melemah, dengan rasio saham turun terhadap naik sebesar 3,07:1.
Volume perdagangan Wall Street mencapai 21,45 miliar saham, lebih tinggi dibandingkan rata-rata 19,94 miliar saham dalam 20 sesi penuh terakhir. (DK)