Chan Zuckerberg rombak organisasi, taruhan besar pada 'Biohub' dan AI
Rabu, 04 Februari 2026

JAKARTA – Mark Zuckerberg dan Priscilla Chan mengambil langkah drastis untuk mengubah arah organisasi filantropi mereka, Chan Zuckerberg Initiative (CZI), pada awal tahun 2026.
Pasangan ini memutuskan untuk memangkas sekitar 70 pekerjaan, atau 8 persen dari total tenaga kerja, sebagai bagian dari strategi agresif untuk mengalihkan seluruh fokus organisasi ke penelitian biomedis yang didukung oleh kecerdasan buatan (artificial intelligence atau AI).
Langkah ini secara efektif mengurangi porsi keterlibatan mereka dalam sektor pendidikan dan reformasi peradilan sosial yang sebelumnya menjadi prioritas.
Dikutip dari Yahoo Finance (1/2/2026), pemutusan hubungan kerja (PHK) ini mayoritas terjadi di kantor pusat mereka di Redwood City, California. Juru bicara CZI menjelaskan bahwa perubahan ini diperlukan karena organisasi membutuhkan keahlian yang sangat spesifik untuk mendukung misi baru jaringan Biohub mereka: "menyembuhkan, mencegah, atau mengelola semua penyakit".
Untuk itu, CZI akan mulai merekrut tenaga ahli baru dengan latar belakang sains berat, seperti peneliti, ilmuwan data (data scientists), dan ahli biologi komputasi (computational biologists), menggantikan peran-peran generalis yang dipangkas.
Mark Zuckerberg menyebut model Biohub sebuah jaringan kolaboratif yang bermitra dengan universitas elit seperti Stanford, UC Berkeley, dan UCSF sebagai inisiatif paling sukses mereka.
"Saya merasa pekerjaan sains yang telah kami lakukan, khususnya model Biohub, telah menjadi hal yang paling berdampak. Jadi kami ingin benar-benar melipatgandakan upaya di sana. Biohub akan menjadi fokus utama filantropi kami ke depan," tegas Zuckerberg.
Sejak didirikan pada 2016, pasangan ini telah mendonasikan US$4 miliar untuk riset sains dasar dan memiliki anggaran operasional tahunan sekitar US$1 miliar.
Bagi karyawan yang terdampak restrukturisasi ini, CZI memberikan paket pesangon yang komprehensif. Mereka menerima pemberitahuan 60 hari sebelumnya, gaji pokok selama 16 minggu, kelanjutan asuransi kesehatan, serta uang saku tambahan sebesar US$10.000 untuk membantu masa transisi.
Langkah CZI ini mencerminkan obsesi yang sama dengan perusahaan teknologi Zuckerberg, Meta. Laporan tersebut menyoroti bahwa kedua entitas kini bertaruh habis-habisan (all in) pada AI. Jika Meta menginvestasikan lebih dari US$100 miliar untuk agen AI supercerdas, CZI menggunakan "frontier AI" dan "frontier biology" untuk memodelkan sel virtual dan memprediksi penyakit.
Dalam sebuah posting blog, Zuckerberg dan Chan menyatakan, "Mempercepat sains adalah dampak paling positif yang menurut kami dapat kami buat. Jadi kami bertaruh total pada biologi bertenaga AI untuk babak selanjutnya." (SF)