Bitcoin tertekan, proyeksi harga akhir tahun di bawah US$90.000?
Jumat, 21 November 2025

JAKARTA - Harga bitcoin terus menunjukkan tekanan, dengan kemungkinan menutup tahun di bawah US$90.000 kini mencapai 50%, menurut platform opsi Derive.xyz. Di sisi lain, peluang bitcoin menembus US$100.000 pada akhir 2025 hanya 30%.
Dikutip finance.yahoo.com (21/11), bitcoin terakhir tercatat turun 4,2% ke US$86.681,41 pada Kamis, setelah sebelumnya menyentuh level terendah tujuh bulan.
"Harga BTC saat ini sangat rapuh dan cenderung ke sisi bawah," kata Sean Dawson, Kepala Riset Derive.xyz.
Tahun ini, bitcoin sudah turun lebih dari 7%, menuju penurunan tahunan pertama sejak 2022.
Salah satu faktor penurunan adalah sikap kurang dovish pejabat Federal Reserve. "Ledakan volatilitas pada valuasi teknologi bisa membuat bitcoin turun hingga US$75.000 sebelum akhir tahun, tetapi harga diperkirakan akan rebound dari level tersebut," kata Dawson.
Permintaan opsi "put" juga meningkat, dengan sekitar 13.800 kontrak memberi hak menjual bitcoin di harga strike US$85.000 pada 26 Desember 2025. Hal ini menunjukkan kebutuhan perlindungan terhadap risiko penurunan lebih lanjut.
[[ Opsi put = hak menjual bitcoin di harga tertentu (strike price), yaitu pada harga US$85.000, pada tanggal 26 Desember 2025 ]]
Di sisi lain, beberapa analis melihat peluang pembalikan harga. Sean Farrell dari Fundstrat menilai, risiko/reward jangka pendek kini terlihat lebih seimbang, sementara zona di bawah US$90.000 disebut sebagai potential value zone yang bisa menarik pembeli.
Namun, indikator opsi tetap menunjukkan sentimen bearish. Skew call-put 30 hari turun dari -2,9% menjadi -5,3%, dan volatilitas implisit melonjak dari 41% ke 49% dalam dua minggu terakhir.
Skew call–put adalah istilah dalam opsi yang menunjukkan ketidakseimbangan harga antara opsi call dan put. Biasanya dipakai untuk membaca sentimen pasar.
Call–put skew mengukur: apakah put (proteksi turun) lebih mahal daripada call atau sebaliknya call (taruhan naik) lebih mahal daripada put. Angkanya dalam persen, semakin negatif, semakin mahal put dibanding call.
Jack Janasiewicz dari Natixis menekankan, meski adopsi institusional meningkat, utilitas bitcoin di kehidupan sehari-hari masih terbatas.
"Apakah Anda benar-benar bisa membeli Coca-Cola dengan bitcoin di toko sekitar? Tentu saja bisa. Tapi jika nilainya nol, alokasi 1%-2% bukanlah kerugian besar."
Artinya, dalam perspektif manajemen portofolio berskala besar, alokasi kecil (1%-2%) terhadap bitcoin membuat potensi kerugian tetap dapat ditoleransi meskipun harganya merosot tajam.(DH)