Minat investor di lelang obligasi turun menyusul peringatan MSCI

Kamis, 05 Februari 2026

image

JAKARTA – Antusiasme investor dalam lelang surat utang pemerintah Indonesia turun signifikan setelah pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI), terkait kelayakan investasi dan potensi penurunan peringkat pasar modal Indonesia.

Data Bloomberg mencatat rasio bid-to-target, yang menghitung angka permintaan (bid) terhadap nilai total penawaran obligasi, dalam lelang Selasa kemarin yang berada di level 2,32.

Angka itu turun dari rasio bid-to-target dalam lelang 20 Januari 2026 lalu, yang berada di level 2,5.

Seperti disampaikan IDNFinancials.com sebelumnya, MSCI menahan rebalancing saham Indonesia dalam indeks global, serta membuka potensi penurunan peringkat dari emerging market ke frontier market.

Pengumuman itu disambut dengan aksi jual bersih (net sell) investor asing, hingga mencapai US$202 juta dalam dua hari. Sementara net sell asing di pasar saham mencapai Rp13,9 triliun dalam sepekan kemarin atau setara US$830 juta.

Merespons aksi jual di pasar obligasi dan saham, pemerintah Indonesia bersama regulator segera merombak sejumlah aturan agar sesuai dengan standar investor global.

Laporan Bloomberg mencatat pasar obligasi Indonesia sebelumnya telah menghadapi tekanan akibat pelebaran defisit fiskal, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), hingga independensi bank sentral.

Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, dalam laporan outlook 2026 juta telah menyampaikan pasar saham memberikan imbal hasil yang lebih menarik dibandingkan dengan obligasi, berdasarkan data performa 2025.

Data Bloomberg menunjukkan yield obligasi pemerintah Indonesia untuk tenor 10 tahun, naik sekitar 25 basis poin sejak awal tahun menjadi 6,31%. (KR)