TPIA incar Rp2,25 triliun via obligasi, saham terkerek di sesi I

Kamis, 05 Februari 2026

image

JAKARTA – PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) akan menerbitkan obligasi tahun 2026 senilai total Rp2,25 triliun, yang akan ditawarkan mulai pekan depan (18/2).

Mengutip prospektus singkat perusahaan pada Kamis (5/2), Obligasi Berkelanjutan V tahap II 2026 akan diterbitkan dalam tiga seri. Pokok obligasi Seri A ditawarkan sebesar Rp635,39 miliar dengan bunga 6,50% per tahun selama tiga tahun. Seri B ditawarkan senilai Rp885,38 miliar dengan bunga 7% per tahun salama lima tahun dan pokok obligasi Seri B sebesar Rp729,22 miliar dengan bunga 7,50% per tahun selama tujuh tahun.

Seluruh hasil perolehan obligasi ini akan digunakan sebagai modal kerja, termasuk pembelian bahan baku produksi untuk kegiatan usaha.

Perusahaan telah menunjuk tujuh penjamin pelaksanaan emisi obligasi dengan masing-masing porsi penjaminan yakni;

  • PT BCA Sekuritas dengan persentase penjaminan 3,66%.
  • PT BNI Sekuritas 15,07%.
  • PT BRI Danareksa Sekuritas 15,57%.
  • PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia 19,77%.
  • PT Henan Putihrai Sekuritas 6,25%.
  • PT Mandiri Sekuritas 15,89%.
  • PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM) 23,80%.

Seiring pengumuman rencana penerbitan surat utang itu, harga saham TPIA menguat 2,19% atau Rp150 menjadi Rp7.000 per saham pada awal sesi I pukul 10.11 WIB, Kamis (5/2). Penguatan ini melanjutkan kondisi harga saham pada penutupan sesi II, kemarin (4/2) yang naik Rp325 menjadi Rp6.850 per saham. Volume saham diperdagangkan sebanyak 17,50 juta dalam 7.375 kali transaksi senilai Rp118,43 miliar.

Sementara itu, dalam sepekan saham emiten ini terkerek 10,71% atau Rp675 dan dalam sebulan terkoreksi kisaran 1,75% atau Rp125 per saham. (LK)