Eksodus konsultan di UBS Amerika picu penarikan US$14,1 miliar
Kamis, 05 Februari 2026

JAKARTA — Setahun setelah gelombang hengkangnya penasihat keuangan dan meningkatnya arus keluar aset di Divisi Manajemen Kekayaan UBS di Amerika Serikat, para eksekutif UBS Group AG menegaskan kepada para analis bahwa tekanan tersebut bersifat sementara dan telah diperhitungkan sebagai bagian dari upaya meningkatkan profitabilitas di kawasan tersebut.
Pada kuartal keempat tahun lalu, klien UBS di Amerika menarik dana bersih sebesar US$14,1 miliar, seiring arus keluar aset meningkat dari US$8,6 miliar pada kuartal sebelumnya. Kondisi ini menyebabkan aset baru bersih (net new assets) UBS tercatat negatif untuk keseluruhan tahun 2025. Sebagai perbandingan, pada kuartal keempat 2024 klien UBS justru menambah dana bersih sebesar US$13,7 miliar, sebelum perusahaan menerapkan serangkaian pemangkasan kompensasi penasihat yang memicu lonjakan kepergian para broker.
Chief Financial Officer UBS, Todd Tuckner, seperti dikutip Advisorhub, mengakui manajemen “tentu saja tidak puas” dengan hilangnya penasihat dan aset klien. Namun, ia menyebut tren tersebut sebagai masalah transisi yang berkaitan dengan perubahan yang kami anggap perlu untuk meningkatkan margin pra-pajak.
Berdasarkan model perekrutan dan retensi UBS, Tuckner bersama Chief Executive Officer UBS Group Sergio Ermotti memperkirakan kinerja aset baru bersih masih akan lemah hingga paruh pertama tahun ini. Meski demikian, mereka memproyeksikan unit tersebut akan mencatat arus dana bersih positif untuk keseluruhan tahun.
“Di AS, langkah-langkah strategis kami untuk meningkatkan leverage operasional memang menimbulkan tekanan sementara yang telah kami perkirakan. Namun, kami memperkirakan aset baru bersih di kawasan Amerika akan positif pada 2026, didukung oleh pipeline perekrutan yang sehat dan peningkatan retensi penasihat paling produktif,” ujar Ermotti, yang juga tengah menyiapkan rencana suksesi menjelang pengunduran dirinya lebih awal tahun depan.
Terlepas dari arus keluar dana, UBS berhasil meningkatkan profitabilitas tahunan sebesar dua poin persentase menjadi 13%. Meski masih jauh di bawah pesaing-pesaingnya di AS seperti Morgan Stanley dan Merrill Lynch yang mendekati 30%, capaian tersebut semakin mendekati target manajemen UBS sebesar 18% pada 2028.
Pendapatan UBS naik lebih dari 9% menjadi US$3,21 miliar pada kuartal keempat, jauh melampaui kenaikan biaya yang hanya 2,6% menjadi US$2,78 miliar. Laba pra-pajak tercatat US$417 juta. UBS menutup tahun dengan US$2,28 triliun aset kelolaan, meningkat dari US$2,11 triliun pada 2024, seiring pertumbuhan pasar yang mampu mengimbangi arus keluar dana.
Meski kehilangan penasihat disebut telah diantisipasi, UBS tetap mengambil langkah-langkah untuk menekan tingkat kepergian dan memperkuat perekrutan. Perusahaan meminimalkan perubahan dalam program kompensasi broker 2026 dan berupaya meredam dampak pemotongan yang lebih tajam dalam skema 2025 tanpa membatalkannya.
UBS juga merekrut Ben Firestein, Kepala Perekrutan Nasional Morgan Stanley, yang akan bergabung bulan ini setelah menjalani masa garden leave.
Jumlah penasihat UBS di kawasan Amerika — termasuk broker di Amerika Latin dan Kanada — relatif stabil, turun bersih tujuh orang menjadi 5.772 pada akhir tahun, meski masih turun 3,3% secara tahunan. Sepanjang tahun ini, para broker terus meninggalkan UBS dan berpindah ke RBC Wealth Management U.S., Wells Fargo Advisors, Merrill Lynch, serta broker-dealer independen.
Sepanjang tahun lalu, bisnis UBS di AS kehilangan sedikitnya 54 tim, mencakup 132 penasihat yang mengelola hampir US$52 miliar aset klien, berdasarkan rekapitulasi perpindahan yang dilaporkan. Sebagai perbandingan, sepanjang 2024 sekitar 20 tim dengan US$12 miliar aset tercatat meninggalkan UBS.