IHSG berbalik melemah meski ekonomi RI di atas ekspektasi

Kamis, 05 Februari 2026

image

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 0,53% atau kehilangan 43,84 poin dan tutup di level 8.103,88 pada perdagangan Kamis (5/2) hari ini.

IHSG awalnya dibuka menguat dan menyentuh level tertinggi di 8.214 pada sesi pertama, namun berbalik melemah dan sempat menyentuh level terendah di 8.102.

Total transaksi di seluruh pasar mencapai Rp20,06 triliun, melibatkan perdagangan 35,98 miliar lembar saham. Sebanyak 299 saham mencatat kenaikan harga, sementara 349 saham melemah dan 172 saham stagnan.

“Pelemahan indeks antara lain dipicu oleh sentimen negatif dari melemahnya indeks di bursa Asia dan koreksi harga emas, meskipun data pertumbuhan ekonomi 4Q25 di atas perkiraan,” kata Analis Phintraco Sekuritas, dalam catatan yang disampaikan setelah penutupan perdagangan.

Menurut data yang dihimpun IDNFinancials.com, mayoritas indeks sektoral juga melemah. Satu-satunya sektor yang menguat yaitu konsumer siklikal (IDXNONCY), dengan kenaikan 0,79%.

Sementara di kawasan Asia, mayoritas indeks saham di negara emerging market bergerak melemah. KOPSI turun 3,86% hingga pukul 4.59 WIB, KLCI melemah 0,68%, dan Nifty 50 turun 0,53%.

Tak hanya di pasar saham, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) juga terpantau melemah 65 poin atau 0,39% ke level Rp16.841,5 menurut data Bloomberg.

Ini merupakan level terendah bagi rupiah untuk sekitar 2 pekan terakhir, setelah sempat menguat dan mencapai level tertinggi di Rp16.722 pada 27 Januari 2026.

Seperti disampaikan IDNFinancials.com sebelumnya, Indonesia baru saja merilis data pertumbuhan ekonomi untuk tahun buku 2025 yang mencapai 5,11%.

Meski di bawah target pemerintah dan bank sentral, capaian ini melebihi ekspektasi sejumlah institusi global termasuk Bank Dunia, yang memperkirakan ekonomi Indonesia hanya tumbuh 5% pada 2025. (KR)