Emas dan perak turun tertekan saham teknologi dan penguatan dolar AS

Jumat, 06 Februari 2026

image

JAKARTA - Harga emas dan perak kembali melemah pada Jumat (6/2), seiring merosotnya saham teknologi global dan penguatan dolar Amerika Serikat (AS) yang menggerus sebagian besar kenaikan logam mulia pada pemulihan singkat awal pekan ini.

Harga emas spot turun 0,7% ke level US$4.735,99 per ons pada pukul 00.37 GMT, setelah sehari sebelumnya anjlok hampir 4%. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April melemah 2,8% menjadi US$4.752,40 per ons.

Reuters bahkan melaporkan tekanan yang lebih besar pada perak. Harga perak spot merosot 3,2% menjadi US$68,97 per ons, setelah ambles hingga 19,1% pada sesi sebelumnya.

Perak bahkan sempat jatuh lebih dari 10% dan diperdagangkan di bawah US$65 per ons, menandai posisi terendah dalam lebih dari satu setengah bulan.

Sementara itu, harga platinum spot turun 3,6% menjadi US$1.916,45 per ons, setelah mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di US$2.918,80 pada 26 Januari. Berbeda arah, harga paladium justru naik 1,3% menjadi US$1.638,25 per ons.

Tekanan pada logam mulia sejalan dengan melemahnya pasar ekuitas global. Indeks saham dunia MSCI turun lebih dari 1% pada Kamis (5/2), dipicu meningkatnya kekhawatiran atas membengkaknya biaya ekspansi kecerdasan buatan (AI).

Dolar AS juga menguat ke level tertinggi dalam dua pekan terakhir pada Kamis (5/2), di tengah meningkatnya volatilitas di pasar saham global.

Di saat yang sama, investor memburu obligasi pemerintah AS menyusul data pasar tenaga kerja yang melemah.

Lowongan pekerjaan turun sebanyak 386.000 menjadi 6,542 juta pada akhir Desember, level terendah sejak September 2020, menurut laporan Survei Lowongan Pekerjaan dan Perputaran Tenaga Kerja (JOLTS) yang dirilis Departemen Tenaga Kerja AS.

Melemahnya pasar tenaga kerja umumnya memperkuat ekspektasi pemangkasan suku bunga, yang diharapkan dapat mendorong penciptaan lapangan kerja.

Investor saat ini memperkirakan setidaknya dua kali pemangkasan suku bunga masing-masing 25 basis poin sepanjang 2026, dengan pemangkasan pertama diproyeksikan berlangsung pada Juni.

Emas, yang tidak memberikan imbal hasil, cenderung diuntungkan dalam lingkungan suku bunga rendah.

Dari sisi geopolitik, Gedung Putih menyatakan diplomasi tetap menjadi pilihan utama Presiden Donald Trump dalam menghadapi Iran.

Meski demikian, Washington juga menegaskan masih memiliki opsi militer apabila pembicaraan berisiko tinggi tersebut gagal mencapai kesepakatan. (DK/ZH)