BUKA sediakan Rp280,99 miliar untuk buyback, ambang free float terjaga
Jumat, 06 Februari 2026

JAKARTA – PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) mengalokasikan Rp280,99 miliar untuk membeli kembali (buyback) saham menyikapi fluktuasi pasar belakangan ini. Dalam sebulan terakhir harga sahamnya terkoreksi 11,54% atau Rp18 menjadi Rp138 per saham.
Cut Fika Lutfi, Sekretaris Perusahaan BUKA menyampaikan bahwa buyback akan dilaksanakan melalui bursa efek dan di luar bursa efek paling lambat tiga bulan. “Akan dimulai terhitung sejak pekan depan (9/2) hingga (8/5),” katanya dalam keterbukaan informasi dikutip Jumat (6/2).
Dana buyback merupakan sisa dari dana yang dialokasikan untuk buyback periode sebelumnya.
Menurut dia, pelaksanaan buyback mengindikasikan bahwa perusahaan memiliki likuiditas yang cukup tanpa mengganggu kondisi keuangan dan operasional perusahaan.
Di sisi lain, saham pengelola e-commerce ini terkoreksi 2,13% atau Rp3 menjadi Rp138 pada sesi I pukul 11.29 WIB. Sejak sepekan sahamnya turun 4,17% atau Rp6 per lembar.
Dengan asumsi harga Rp138 per saham dan alokasi buyback Rp280,99 miliar, maka jumlah saham yang terbeli maksimum 2,03 miliar lembar atau 4,60% dari jumlah saham free float 44,20 miliar saham. Dengan demikian, persentasenya masih di atas batas minimum free float (FF) 7,5% atau tetap menyesuaikan dengan rencana aturan ambang minimal FF 15%.
Per Januari 2025, jumlah saham BUKA tercatat 103,48 miliar, dengan porsi Pengendali 34,05% dan Nonpengendali 65,9499%. Persentase free float 43,4% dan jumlah pemegang saham 69.530 nasabah. Penerima manfaat akhir dari kepemilikan saham yakni, Eddy Sariaatmadja. (LK)