Pasar saham labil efek downgrade outlook RI dari Moody’s, IHSG turun 2,83%

Jumat, 06 Februari 2026

image

JAKARTA – Volatilitas harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) mewarnai perdagangan sesi pertama Jumat (6/2) hari ini, setelah Moody’s merevisi prospek Indonesia dari stabil ke negatif.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pun kehilangan 229,46 poin di sesi pertama, setara penurunan 2,83% dan tutup di level 7.874.

Total transaksi di seluruh pasar mencapai Rp10,46 triliun dan melibatkan perdagangan 22,23 miliar lembar saham. Tercatat sebanyak 89 saham menguat, 671 saham melemah, dan 57 saham stagnan.

Namun di tengah tekanan pada IHSG, investor asing mencatatkan net buy atau pembelian bersih senilai Rp440,71 miliar. Sedangkan berdasarkan volume, net buy asing mencapai 213,97 juta lembar.

Saham yang paling banyak dibeli oleh investor asing adalah PT Bumi Resources Tbk (BUMI), dengan net buy 462,87 juta lembar. Sementara saham dengan net sell asing terbesar adalah PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), yang mencapai 250 juta lembar.

“Dri sisi sentimen, tekanan pasar dipicu oleh respons negatif pelaku pasar terhadap perubahan outlook peringkat kredit Indonesia oleh Moody’s menjadi negatif,” jelas analis Phintraco, dalam catatan yang disampaikan hari ini.

Dengan mempertimbangkan posisi teknikal IHSG, analis Phintraco memperkirakan tekanan pada IHSG akan berlanjut di perdagangan sesi kedua, di rentang 7.750-8.000.

Dari regional, mayoritas indeks negara emerging market di Asia juga terkoreksi. KOPSI turun 1,44%, Hang Seng turun 1,34%, dan Nifty 50 melemah 0,26%. (KR)