Harga tembaga turun jadi US$12.756 per ton hari ini, Jumat (6/2)

Jumat, 06 Februari 2026

image

JAKARTA - Harga tembaga melanjutkan tren penurunan dari rekor tertinggi yang dicapai pekan lalu, seiring perhatian pasar kembali tertuju pada melemahnya permintaan setelah gelombang pembelian spekulatif mendorong harga menjauh dari kondisi fundamental.

Seperti dikutip bloomberg.com, logam industri ini turun untuk hari ketiga berturut-turut dan diperdagangkan di kisaran US$12.750 per ton di London Metal Exchange (LME).

Sejak Jumat lalu, harga tembaga telah terkoreksi sekitar 3,1% dan berada di jalur penurunan mingguan terburuk sejak April.

Prospek konsumsi jangka pendek yang lesu tercermin dari stok tembaga di gudang-gudang yang dipantau bursa berjangka di London, Shanghai, dan New York, yang kini berada di level tertinggi sejak 2003.

BNP Paribas SA bergabung dengan sejumlah bank lain, termasuk Goldman Sachs Group Inc., dalam memperingatkan bahwa harga tembaga telah melampaui fundamentalnya.

Menurut analis BNP, David Wilson, harga tembaga masih “terlalu mahal” dan level di atas US$11.000 hingga US$11.500 per ton hampir sepenuhnya didorong oleh aktivitas spekulatif.

Kenaikan harga tembaga sebelumnya didukung oleh gangguan pasokan, prospek permintaan jangka panjang yang kuat terkait transisi energi, serta ancaman tarif impor Amerika Serikat.

Reli semakin menguat menjelang akhir tahun lalu ketika investor China ramai masuk ke pasar komoditas, meskipun konsumsi industri di negara tersebut justru melemah.

Harga tembaga sempat menembus US$14.500 per ton pekan lalu sebelum terjadi aksi jual luas di pasar logam.

Volatilitas logam dasar diperkirakan akan menurun mulai pekan depan karena banyak pelaku pasar di China memilih menepi menjelang libur Tahun Baru Imlek, menurut analis Zijin Tianfeng Futures Co., Zhou Xiao’ou.

Minat terbuka (open interest) kontrak tembaga di Shanghai Futures Exchange juga turun ke level terendah sejak 4 Desember.

BNP Paribas juga menilai kemungkinan penerapan tarif impor AS terhadap tembaga olahan semakin kecil, menyusul keputusan Gedung Putih untuk menunda pengenaan tarif baru atas impor mineral kritis setelah proses peninjauan selama beberapa bulan.

Dengan demikian, arus pengiriman tembaga ke Amerika Serikat dinilai pada dasarnya telah berakhir.

Pada perdagangan terakhir, harga tembaga di LME turun 1,1% menjadi US$12.756,50 per ton pada pukul 12.28 waktu Shanghai. Logam dasar lainnya juga melemah, dengan timah turun 1,1% dan nikel merosot 1,5%. (DK)