Moody’s revisi outlook 5 saham bank RI, IHSG terburuk di Asia

Jumat, 06 Februari 2026

image

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 2,08% setelah kehilangan 168,62 poin ke level 7.935,26 pada perdagangan terakhir pekan ini.

Penurunan ini membuat IHSG berada di peringkat terbawah untuk perdagangan hari ini. Indeks saham di negara emerging market Asia seperti KOSPI dan Hang Seng, memang turun masing-masing 1,44% dan 1,21%. Namun SET Thailand menguat 0,58% dan Nifty 50 naik 0,20%.

Total transaksi saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai Rp19,71 triliun, melibatkan perdagangan 35,58 miliar lembar saham.

Sebanyak 107 saham mencatat kenaikan harga, namun 646 saham melemah dan 68 saham stagnan.

Sejumlah saham bank, dengan bobot terbesar bagi IHSG mencatatkan nilai transaksi tertinggi. Namun mayoritas saham bank menghadapi tekanan, menyusul pemangkasan outlook Moody’s terhadap 5 saham bank asal Indonesia.

Sesuai pengumuman terbaru Moody’s hari ini, lima saham tersebut adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN).

“Pemangkasan ini menyusul afirmasi peringkat penerbit Pemerintah Indonesia di level Baa2 dan perubahan outlook dari stabil menjadi negatif pada 5 Februari 2026,” jelas Moody’s dalam pengumuman hari ini.

Sebagai tambahan, Moody’s juga mengingatkan jika peringkat utang negara atau sovereign rating Indonesia ikut turun, maka peringkat risiko dan penilaian kredit terhadap lima emiten tersebut akan turut dipangkas.

Hingga penutupan perdagangan, harga saham BBTN turun 3,03%, BBRI turun 1,82%, BBCA turun 1,60%, dan BBNI turun 0,88%. Sementara harga saham BMRI stagnan alias tak mengalami perubahan.

Penurunan harga lima saham itu ikut menjadi pemberat bagi indeks sektor keuangan (IDXFINANCE), yang melemah 0,94% bersama dengan 9 indeks sektoral lain. Satu-satunya sektor yang menguat yaitu transportasi (IDXTRANS) dengan kenaikan 0,53%. (KR)