Laju saham dua emiten melambat masuk UMA, ada milik Keluarga Harsono

Jumat, 06 Februari 2026

image

JAKARTA – Laju dua saham emiten melambat pada Jumat (6/2) setelah PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan adanya peningkatan dan penurunan harga saham secara tidak wajar (usual market activity/UMA) kemarin (5/2).

Yulianto Aji Sadono, Kepala Divisi Pengawasan Transaksi PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan tiga emiten dalam pantauan UMA yakni;

  • PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE), harga sahamnya turun di luar kebiasaan.
  • PT Samator Indo Gas Tbk (AGII), harga saham meningkat tidak wajar.
  • PT Nusantara Almazia Tbk (NZIA), sahamnya naik di luar kebiasaan.

Dalam pantauan hingga penutupan sesi II, Jumat (6/2), saham RISE naik di level Rp4.000 per saham dari awal pembukaan sesi I di harga Rp3.900. Volume perdagangan emiten milik Hermanto Tanoko ini tercatat 693.800 lembar dalam 580 kali transaksi senilai Rp2,63 miliar.

Sejak sepekan harga saham turun 25,23% atau Rp1.350 dan sebulan terakhir anjlok 33,30% atau Rp1.996 per saham.

Sementara itu, saham AGII terkoreksi 1,36% atau Rp30 menjadi Rp2.170 per saham pada penutupan sesi II, pukul 16.00 WIB. Volume transaksi emiten miliki Trio Harsono ini (Heyzer, Rasid, dan Rachmat Harsono) sebanyak 5,30 juta dalam 3.391 kali senilai Rp11,55 miliar.

Sejak sepekan sahamnya terkerek 14,21% atau Rp270 per saham dan sebulan melesat 39,55% atau Rp615 per saham.

Sementara saham NZIA terkerek 34,78% atau Rp64 menjadi Rp248 per saham. Harga saham dibuka di level Rp208, dan sempat turun ke harga Rp200 per saham. Volume dagang 213,87 juta dalam 25.776 kali senilai Rp48,6 miliar.

Sejak sepekan dan sebulan harga saham emiten milik Richard Wiriahardja ini melesat 73,43% atau Rp105 dan 117,54% atau Rp134 per lembar. (LK)