Dow Jones naik 2,5% dan tembus 50.000, dipimpin reli saham teknologi
Sabtu, 07 Februari 2026

JAKARTA - Wall Street ditutup menguat pada Jumat, dengan Dow Jones Industrial Average menembus level 50.000 untuk pertama kalinya, setelah pasar saham AS bangkit dari tekanan sepanjang pekan di sektor teknologi. Penguatan terjadi seiring pelaku pasar menilai ulang kekhawatiran terkait dampak disrupsi kecerdasan buatan (AI) dan besarnya belanja perusahaan teknologi besar.
Dikutip finance.yahoo.com, Dow Jones melonjak sekitar 2,5% atau lebih dari 1.200 poin, sementara S&P 500 naik 2%, mencatatkan kinerja harian terbaik sejak Mei tahun lalu. Nasdaq Composite juga menguat sekitar 2,1%, pulih dari penurunan tajam pada sesi sebelumnya. Meski demikian, secara mingguan hanya Dow yang membukukan kenaikan, sedangkan S&P 500 dan Nasdaq masih mencatat penurunan.
Penguatan pasar dipimpin saham-saham teknologi utama. Nvidia melonjak lebih dari 8%, disusul kenaikan Broadcom dan Tesla. Namun tekanan masih terlihat pada sebagian emiten, dengan saham Amazon anjlok 7% setelah perusahaan memproyeksikan lonjakan belanja hingga US$200 miliar pada 2026, di tengah proyeksi laba operasional yang lebih rendah dari perkiraan.
Sentimen risk-on juga merambah aset lain. Bitcoin kembali menguat ke atas US$70.000, meski masih turun hampir 20% sepanjang tahun berjalan. Saham Strategy berbalik naik lebih dari 13%, meskipun perusahaan mencatatkan kerugian kuartalan.
Di sisi lain, tekanan muncul di sektor otomotif. Stellantis mengumumkan rencana pencatatan beban lebih dari 22 miliar euro terkait pengurangan strategi kendaraan listrik, yang memicu kejatuhan sahamnya lebih dari 20% di Wall Street dan Milan.
Pelaku pasar kini menantikan rilis laporan ketenagakerjaan AS bulan Januari yang dijadwalkan pekan depan, di tengah munculnya sinyal pelemahan pasar tenaga kerja, termasuk penurunan lowongan kerja ke level terendah sejak 2020 dan lonjakan pengumuman pemutusan hubungan kerja. (DH)