Emas rebound 3,9% didukung pelemahan dolar dan sentimen geopolitik
Sabtu, 07 Februari 2026

JAKARTA - Harga emas kembali menguat tajam pada perdagangan Jumat, didorong pelemahan dolar AS, aksi beli saat harga rendah, serta ketidakpastian geopolitik terkait pembicaraan Amerika Serikat dan Iran. Kenaikan ini membuat emas berpeluang mencatat kinerja positif secara mingguan.
Dikutip reuters, emas spot melonjak 3,9% ke level US$4.954,92 per troi ons, memulihkan penurunan tajam pada sesi sebelumnya yang sempat menekan harga hampir 4%. Sepanjang pekan ini, logam mulia tersebut diperkirakan masih membukukan kenaikan sekitar 2%.
Penguatan juga terjadi pada emas berjangka AS yang ditutup naik 1,8% di US$4.979,80 per troi ons.
Pelemahan indeks dolar sebesar 0,2% turut meningkatkan daya tarik emas karena membuat harga menjadi lebih murah bagi pembeli global. Kondisi ini mendorong masuknya minat beli dari investor yang memanfaatkan koreksi harga.
“Pasar emas melihat adanya aksi beli murah dari para trader yang masih bullish,” kata Jim Wyckoff, analis senior di Kitco Metals.
Sentimen pasar juga dipengaruhi perkembangan diplomatik di Timur Tengah. Iran menyebut pembicaraan nuklir dengan AS yang dimediasi Oman berjalan positif, sehingga mengurangi kekhawatiran eskalasi konflik regional. Meski demikian, Wyckoff menilai reli emas masih terbatas.
Wyckoff mengatakan pemulihan emas kekurangan momentum dan kecil kemungkinan mencetak rekor baru tanpa pemicu geopolitik besar. Di sisi lain, perak mencatat lonjakan lebih tajam. Harga perak spot melonjak 8,6% ke US$77,33 per ons setelah sempat menyentuh level terendah satu setengah bulan. Namun secara mingguan, perak masih tertekan akibat kerugian besar pekan sebelumnya.
Logam mulia lainnya juga menguat, dengan platinum naik 5,4% dan paladium bertambah 6,2%. Sementara itu, CME Group kembali menaikkan persyaratan margin kontrak berjangka emas dan perak untuk meredam volatilitas pasar yang tinggi. (DH)