Elon Musk: Amerika 1.000% bangkrut jika tak manfaatkan AI dan robot

Sabtu, 07 Februari 2026

image

JAKARTA - Miliarder teknologi Elon Musk memperingatkan Amerika Serikat menghadapi risiko kebangkrutan akibat lonjakan utang nasional.

Dikutip finbold.com, dalam wawancara pada 5 Februari di Dwarkesh Podcast, Musk menyebut AS akan dipastikan bangkrut jika tidak segera mengandalkan kecerdasan buatan dan robotika.

“Kita 1.000% akan bangkrut sebagai sebuah negara, dan gagal sebagai negara, tanpa AI dan robot. Tidak ada hal lain yang bisa menyelesaikan utang nasional,” kata Musk.

Ia menegaskan AS membutuhkan waktu untuk membangun teknologi tersebut agar tidak kolaps sebelum manfaatnya terwujud.

Musk menyoroti beban bunga utang yang terus meningkat. Menurutnya, pembayaran bunga utang nasional kini melampaui anggaran militer AS. “Pembayaran bunga utang nasional sudah melampaui anggaran militer, yang mencapai satu triliun dolar. Jadi, kita menghabiskan lebih dari satu triliun dolar hanya untuk bunga,” ujarnya.

Pernyataan itu disampaikan saat Musk menjelaskan keterlibatannya dalam pembentukan Department of Government Efficiency (D.O.G.E) pada awal masa jabatan kedua Presiden Donald Trump. Ia menyebut tujuan utama lembaga tersebut adalah memperlambat laju penambahan utang agar AS memiliki ruang waktu untuk mengembangkan AI dan robotika.

Pandangan Musk sejalan dengan proyeksinya sebelumnya yang menilai robot canggih berpotensi menjadi bisnis senilai US$10 triliun, sementara AI diperkirakan dapat menciptakan nilai ekonomi hingga US$15 triliun pada 2030.

Namun, efektivitas teknologi tersebut dalam mengatasi utang negara masih diperdebatkan, terutama karena risiko otomatisasi massal terhadap lapangan kerja.

Di sisi lain, capaian D.O.G.E. dinilai terbatas. Laporan Desember 2025 menyebut penghematan belanja pemerintah hanya berkisar US$61 miliar–US$214 miliar, sementara utang nasional AS justru meningkat dari US$36,1 triliun saat pelantikan Trump menjadi US$38,7 triliun per 6 Februari, berdasarkan data US Debt Clock. (DH)

Baca Juga: Elon Musk: AS tinggal tunggu 'Day of Reckoning'