Arthur Hayes: Hedging IBIT BlackRock picu kejatuhan bitcoin

Minggu, 08 Februari 2026

image

JAKARTA – Arthur Hayes, salah satu pendiri BitMEX, menilai aksi lindung nilai (hedging) terkait BlackRock iShares Bitcoin Trust (IBIT) menjadi faktor utama di balik penurunan harga Bitcoin baru-baru ini.

Dikutip dari TradingView pada Minggu (8/2), Hayes menyebut aktivitas hedging dealer terhadap IBIT dan produk terstruktur serupa dapat memicu tekanan jual besar secara mekanis, terutama ketika pergerakan pasar berlawanan dengan posisi mereka. Kondisi ini pun dapat memperparah penurunan harga yang sebelumnya dipicu faktor lain.

Menurut Hayes, bank dan dealer yang menerbitkan produk terstruktur maupun ETF biasanya melakukan lindung nilai atas eksposur mereka di pasar spot dan derivatif. Saat terjadi arus keluar dana atau pemicu penebusan pada produk berskala besar, penyesuaian hedging dilakukan cepat dan agresif.

Situasi ini dapat mendorong tekanan jual mendadak, terutama saat likuiditas pasar terbatas. Hayes menggambarkan kondisi pasar seperti ruangan penuh orang yang berusaha keluar secara bersamaan.

Data Coingecko menunjukkan, pada Sabtu, Bitcoin sempat turun ke kisaran US$68.500, melemah sekitar 16 persen dalam tujuh hari terakhir. Lonjakan volume transaksi dan aktivitas di buku pesanan mengindikasikan adanya arus hedging dan penyesuaian posisi yang cepat.

Meski demikian, sejumlah analis menilai faktor makroekonomi dan posisi trader turut memengaruhi tekanan harga. Beberapa nasabah BlackRock, misalnya, mungkin memasang posisi long sebagai lindung nilai atas kepemilikan bitcoin sebelumnya. Sebagai pengelola aset, BlackRock menampung berbagai motif trader dan klien dengan posisi berbeda-beda. 

Namun, dealer memang menanggung risiko saat menerbitkan produk keuangan kompleks. Dalam kondisi tertentu, risiko tersebut dialihkan ke pasar melalui aktivitas hedging. Hayes menekankan bahwa mekanisme inilah yang memungkinkan sejumlah penerbit besar memicu efek berantai, memengaruhi investor dan trader lain, tanpa selalu dipicu sentimen pasar.

Peran ETF spot dalam pasar kripto kini menjadi perhatian regulator dan pembuat kebijakan. Laporan menyebut tim ekonomi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memantau arus dana besar yang masuk dan keluar dari instrumen institusional. Pelaku pasar masih memperdebatkan apakah ETF mampu menstabilkan harga atau justru menambah titik tekanan baru.

Produk terstruktur kini menjadi penghubung nyata antara keuangan tradisional dan volatilitas aset digital. Peristiwa ini menegaskan bahwa inovasi infrastruktur keuangan dapat menciptakan jalur penularan risiko baru. Sebagian pihak menilai kehadiran pemain besar yang teregulasi positif bagi adopsi kripto jangka panjang, namun ada juga kekhawatiran bahwa mekanisme pasar konvensional dapat memicu gejolak tak terduga saat tekanan meningkat.

Hayes mengajukan teori yang mengaitkan arus hedging dengan kejatuhan harga Bitcoin. Meski relevan dengan sinyal pasar belakangan ini, faktor lain seperti perubahan makroekonomi, aksi ambil untung terpusat, dan celah likuiditas juga berperan. Ke depan, pelaku pasar diperkirakan akan semakin mencermati arus dana dan peran penerbit produk terstruktur. (BS)

Baca Juga: Deutsche Bank: Keyakinan investor terhadap bicoin perlahan memudar