Carmignac: Arus dana keluar dari AS ke emerging market belum berhenti
Minggu, 08 Februari 2026

JAKARTA - Traders disarankan berpikir dua kali sebelum menjual utang pasar negara berkembang (emerging market), karena dana global diperkirakan akan terus mengalir ke kelas aset ini, menurut manajer investasi berbasis Paris, Carmignac Gestion SA.
Alessandra Alecci, Fund Manager Carmignac yang mengelola sekitar €3,7 miliar (US$4,4 miliar) dalam obligasi pasar negara berkembang, mengatakan ekonomi berkembang tumbuh lebih cepat daripada negara maju.
Seperti dikutip Bloomberg, beberapa pemimpin negara bertindak lebih bertanggung jawab, kebijakan moneter relatif hati-hati, dan tingkat utang mereka masih rendah.
“Gabungkan aliran dana yang kembali untuk tujuan diversifikasi dengan fundamental yang sangat kuat, siapa yang ingin menghalangi itu?” ujar Alecci dalam wawancara minggu ini.
Ekspektasi penurunan suku bunga AS mendorong investor mencari imbal hasil lebih tinggi di tempat lain, dan dana yang mengikuti aset pasar berkembang menjadi salah satu penerima manfaat terbesar.
Saat reli saham teknologi dan komoditas melemahkan ekuitas dan beberapa mata uang emerging market minggu ini, obligasi negara berkembang relatif tak terdampak.
Obligasi pasar berkembang dalam mata uang utama mencatat imbal hasil 12,2% tahun lalu, kinerja terbaik sejak 2012. Meskipun sulit mengulang angka itu tahun ini, Alecci menegaskan rally utang belum selesai.
Investor kini menuntut tambahan imbal hasil hanya 240 basis poin atau 2,4 persen dibanding Treasury AS, level tersempit sejak 2013.
Namun banyak negara berkembang tetap menawarkan tingkat menarik bagi carry traders, yang meminjam di mata uang berimbal hasil rendah dan membeli yang lebih tinggi, kata Alecci, mencontohkan Brazil, Kolombia, dan Turki.
Selain itu, tren kenaikan komoditas diperkirakan terus menopang permintaan obligasi pasar berkembang. “Banyak emerging market menghasilkan logam yang akan menjadi kunci revolusi AI dan revolusi hijau. Cerita ini saya pikir akan berlanjut,” ujarnya.
Di antara pilihan Carmignac, Alecci menyebut obligasi lokal Hongaria sebagai peluang setelah pemilihan parlemen April mendatang dan kemungkinan penurunan suku bunga bank sentral.
Carmignac juga menanam modal di Rumania, yang melakukan perbaikan signifikan pada keuangan publik, serta melihat potensi di pasar frontier seperti Pantai Gading, Benin, Mesir, dan Uzbekistan, produsen emas utama.
“Jika melihat fundamental beberapa cerita ini, cukup solid dan terbukanya pasar terhadap mereka sebenarnya mendorong optimisme di sektor lain,” kata Alecci. (DK)