Minal Bathwal, trader Brevan Howard yang tak pernah rugi sejak 2008

Minggu, 08 Februari 2026

image

JAKARTA - Di dunia hedge fund, para trader yang membuat keputusan besar sering menjadi sorotan publik: menulis buku, tampil di konferensi, dan menarasikan pergerakan pasar secara real time.

Namun di Brevan Howard, salah satu hedge fund makro terbesar dunia, seperti dikutip financialexpress.com (6/2), Minal Bathwal adalah salah satu manajer paling menguntungkan yang membangun reputasinya hampir sepenuhnya di balik layar. Trader asal India yang berbasis di Singapura tersebut, telah menghasilkan miliaran dolar untuk Brevan Howard sejak awal kariernya di masa krisis keuangan 2008.

Menurut Bloomberg, ia tidak pernah mencatat tahun rugi satu pun. Fokus trading Bathwal meliputi mata uang (FX), suku bunga, dan komoditas makro, menjadikannya salah satu trader makro global paling konsisten.

Investasi makro global kembali menjadi sorotan. Volatilitas pada suku bunga, mata uang, dan komoditas menarik minat investor kembali ke strategi yang mengandalkan pergerakan besar ini.

Survei BNP Paribas yang dikutip Bloomberg menunjukkan, investor menilai discretionary macro sebagai salah satu strategi hedge fund yang berpotensi paling tinggi kinerjanya tahun ini, meski masih sedikit manajer dengan rekam jejak panjang dan tunggal.

[[  Discretionary macro adalah gaya investasi makro global yang keputusan trading-nya dibuat langsung oleh manusia (trader/portfolio manager) berdasarkan penilaian, pengalaman, dan interpretasi mereka terhadap kondisi ekonomi dan pasar global, bukan oleh model kuantitatif atau algoritma otomatis. ]]

Bathwal termasuk pengecualian. Timnya mencatat imbal hasil tahunan rata-rata 12,7% antara 2008 hingga akhir 2025, dengan Sharpe ratio 1,7, dibanding rata-rata 1,4 untuk hedge fund makro diskresioner, menurut data PivotalPath. 

[[ Sharpe ratio adalah ukuran seberapa efisien keuntungan investasi dibanding risiko yang diambil. Berapa besar return yang kamu dapat untuk setiap satu unit risiko. ]]

Dana yang ia kelola kini mencapai sekitar US$5,5 miliar, dengan keuntungan dari panggilan investasi di berbagai pasar Asia, termasuk taruhan pada suku bunga Korea dan pergerakan mata uang regional (FX).

Di era lain, kinerja seperti ini biasanya disertai platform publik: kontrak buku, panggung konferensi, atau bahkan pengikut setia.

Bathwal, bagaimanapun, memilih menghindari sorotan. Bloomberg menggambarkannya sebagai pribadi yang sangat privat, menghindari penampilan publik, dan hanya memiliki tujuh koneksi LinkedIn. Seorang mantan kolega bahkan berseloroh bahwa ia mungkin tidak akan mengenalinya di jalan.

Bathwal bergabung dengan kantor Brevan Howard di Hong Kong pada 2007 sebagai junior trader. Setahun kemudian, saat pasar berguncang akibat krisis subprime, ia mendapat kesempatan pertama untuk mengelola uang.

Waktu itu, ia memiliki pengalaman investasi langsung yang terbatas, tetapi unggul dalam keterampilan teknis, hasil dari pekerjaannya sebelumnya di UBS sebagai structurer derivatif. Latar belakang ini memberinya pemahaman mendalam dalam menyusun trade kompleks dengan payoff asimetris.

Keberhasilan awalnya termasuk taruhan selama sekitar dua tahun pada arah dan volatilitas suku bunga Korea Selatan. Bank of Korea memangkas suku bunga secara agresif pada 2008 untuk menahan dampak krisis. Bathwal mencatat keuntungan 21,81% hanya dalam enam bulan pertama, menarik perhatian atasannya yang kemudian menambah alokasi modal kepadanya.

Pada akhir 2010, Bathwal beralih ke perdagangan untuk dana Asia Brevan Howard dan akhirnya menjadi Co-Chief Investment Officer pada 2016. Pada Mei 2018, ia meluncurkan dana sendiri, yang kemudian menjadi tolok ukur di dalam perusahaan.

Kinerjanya selalu mencatat momen pergeseran makro besar: 29,49% pada 2013 di era Abenomics dan taper tantrum, 20,9% pada 2015 saat dolar menguat dan mata uang Asia bergerak tajam, termasuk setelah devaluasi yuan. Saat gejolak pasar Maret 2020, dana yang dikelolanya naik 5,46%. Tahun lalu, meski imbal hasil lebih moderat sekitar 6,8%, konsistensinya tetap menjadi ciri khasnya.

Rekan-rekannya mengatakan, temperament Bathwal menjadi kunci keunggulannya. Ia filosofis, disiplin, dan mampu menyesuaikan posisi tanpa emosi ketika pasar bergerak berlawanan, sambil menghindari jebakan over-trading. Dalam wawancara internal Brevan Howard, ia mengatakan kurangnya pengalaman trading sebelumnya justru membantu. “Memulai dari kanvas kosong memungkinkan saya membentuk gaya dan berevolusi.”

Ia juga menyampaikan prinsip pribadi,bahwa untuk menguji seorang trader yang baik adalah pasangan atau keluarga tidak bisa menebak apakah hari itu ia untung atau rugi. "Jadilah passionate tentang pekerjaan, bukan emosional."

Kini Bathwal memimpin tim investasi berjumlah 14 orang, termasuk 10 trader dan enam junior portfolio manager yang mengelola buku masing-masing. Meski begitu, Bathwal tetap mengelola sebagian besar modal sendiri.

Dana strategi ini sebagian berasal dari dana Brevan Howard lainnya dan sebagian dari keuntungan yang ditahan, dengan akses terbatas bagi investor eksternal.

Di dalam perusahaan, ia masuk lima besar pencetak keuntungan terbesar sepanjang sejarah, di belakang hanya pendiri Alan Howard dan Chris Rokos.

Dana MB Macro Fund yang ia kelola pada April 2021 mencapai US$1,85 miliar, menjadikannya kendaraan terbesar di antara empat trader yang menerima alokasi dari Master Fund Brevan Howard.

Seiring waktu, dana dari trader lain dikembalikan, menjadikan Bathwal satu-satunya dari generasi kendaraan mandiri 2017–2018 yang tetap aktif.

Pendekatan Bathwal cocok dengan evolusi hedge fund dekade terakhir. Alih-alih bergantung pada beberapa taruhan besar (high-conviction bets), industri kini lebih mengandalkan pod shops, dengan kontrol risiko ketat dan alokasi modal dinamis.

Strategi Bathwal, menumpuk berbagai trade berdasarkan tema dan fokus pada option-like payoff, sesuai lingkungan ini. Ia dikenal karena pemilihan instrumen yang hati-hati, hedging, dan urutan trading yang terstruktur, gaya yang ia pelajari di Brevan Howard di bawah Kaspar Ernst. 

[[ Option-like payoff merujuk pada struktur trading dengan risiko yang dibatasi namun potensi keuntungan besar ketika skenario pasar yang diantisipasi benar-benar terjadi. ]]

Meski kinerjanya luar biasa, Bathwal tetap di luar ekosistem selebriti hedge fund, berbeda dengan investor terkenal seperti Ray Dalio, Bill Ackman, atau Cliff Asness. Kisahnya berkembang di dalam perusahaan, di balik trade, dan dalam angka, membuktikan bahwa kadang pencapaian terbesar bisa terjadi tanpa harus terlihat. (BA)