Perluas akses likuiditas euro, ECB turunkan bunga repo
Senin, 09 Februari 2026

JAKARTA - Bank Sentral Eropa (ECB) tengah menyiapkan langkah untuk memperluas akses likuiditas euro ke lebih banyak negara sebagai bagian dari strategi memperkuat posisi euro di panggung internasional. Kebijakan ini akan membuat pinjaman euro menjadi lebih murah dan mudah diperoleh oleh bank sentral di luar kawasan euro.
Dikutip reuters, menurut tiga sumber yang mengetahui rencana tersebut, ECB akan melonggarkan persyaratan fasilitas repo atau repurchase agreement, yang memungkinkan bank sentral asing meminjam euro dengan jaminan aset berdenominasi euro. Fasilitas ini dirancang untuk membantu negara mitra saat terjadi tekanan likuiditas, terutama di masa krisis keuangan.
Rencana tersebut kemungkinan diumumkan pekan depan, bertepatan dengan Konferensi Keamanan Munich. Presiden ECB Christine Lagarde disebut telah lama mendorong pemanfaatan jalur likuiditas ini untuk memperluas penggunaan euro secara global, terutama ketika investor mulai mempertanyakan dominasi dolar AS di tengah ketidakpastian kebijakan ekonomi Amerika Serikat.
Dalam skema baru, ECB akan menurunkan suku bunga pinjaman, menyederhanakan aturan, serta melonggarkan batas maksimal pinjaman bagi masing-masing bank sentral. Meski demikian, otoritas tetap memiliki kewenangan menolak permohonan tertentu atas pertimbangan reputasi, dengan keputusan akhir berada di tangan Dewan Pengurus ECB.
Fasilitas yang dikenal sebagai Eurep saat ini hanya tersedia bagi delapan negara tetangga zona euro, termasuk Rumania, Hungaria, Albania, dan Montenegro. Akses likuiditas ini dinilai dapat memperkuat ketahanan negara-negara kecil terhadap gejolak pasar keuangan.
Pemanfaatan repo selama ini relatif terbatas, namun sempat meningkat hingga 3,9 miliar euro pada akhir tahun lalu. Sejumlah pejabat ECB juga menilai proses pemberian akses di masa lalu terlalu dipengaruhi pertimbangan politik, seperti penolakan terhadap Serbia.
Langkah ECB ini sejalan dengan tren global di mana sejumlah negara, termasuk China, berupaya memperkuat peran mata uangnya dalam perdagangan dan sistem keuangan internasional.(DH)