Saham RI hadapi revisi outlook Moody’s meski Wall Street menguat
Senin, 09 Februari 2026

JAKARTA – Pasar saham Indonesia diperkirakan bergerak hati-hati pada perdagangan awal pekan ini, meskipun mayoritas indeks Wall Street pada akhir pekan lalu menguat.
Indeks Dow Jones naik 2,47%, Nasdaq Composite naik 2,18%, dan S&P 500 naik 1,97% pada perdagangan Jumat. Sementara indeks saham Asia bergerak variatif, dengan penguatan pada Nikkei 225 sebesar 0,81% dan pelemahan Hang Seng 1,21%.
Sentimen dari dalam negeri dan revisi outlook Moody’s terhadap pemerintah dan 5 saham bank Indonesia, menjadi faktor penentu bagi kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Analis Phintraco Sekuritas menilai pemangkasan outlook tersebut berpotensi meningkatkan risk premium terhadap aset Indonesia. Tak hanya itu, sentimen ini dinilai dapat memicu foreign outflow sementara, pelemahan rupiah, serta kenaikan volatilitas IHSG.
“Namun tekanan akibat revisi outlook diperkirakan lebih bersifat sementara selama peringkat Indonesia tidak diturunkan dari level investment grade,” jelas analis Phintraco, dalam catatan hari ini, yang memperkirakan IHSG bergerak menguji area support 7.700-7800.
Sementara itu analis CGS International Sekuritas Indonesia menilai penguatan indeks Wall Street akhir pekan lalu, berpotensi jadi sentimen positif bagi pasar saham Indonesia.
Di sisi lain, penguatan harga emas dunia yang kembali ke kisaran US$5.000 per troi ons dinilai turut menjadi sentimen positif bagi IHSG, meskipun masih terbebani oleh revisi outlook dari Moody’s.
“IHSG diprediksi akan bergerak akan bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 7.820/7.705 dan resist 8.050/8.165,” jelas analis CGS International Sekuritas Indonesia. (KR)