Investor cari safe haven, harga emas melonjak lewati US$5.000 lagi
Senin, 09 Februari 2026

JAKARTA - Harga emas kembali menguat dan menembus level US$5.000 per troi ons, seiring kembalinya minat beli investor setelah pasar logam mulia mengalami volatilitas tajam dalam sepekan terakhir. Penguatan ini menandai pemulihan sebagian dari koreksi besar yang terjadi usai reli ekstrem pada akhir Januari.
Dikutip Bloomberg, kenaikan harga emas didukung sentimen global, termasuk kemenangan telak Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi yang memperkuat ekspektasi kebijakan fiskal longgar dan tekanan lanjutan terhadap yen. Kondisi tersebut mendorong minat investor terhadap emas sebagai aset lindung nilai. Harga perak dan logam mulia lainnya turut mencatat kenaikan.
Meski sempat anjlok sekitar 11% dari rekor tertinggi pada 29 Januari, harga emas masih membukukan kenaikan sekitar 15% sepanjang tahun berjalan.
Reli jangka panjang emas semakin menguat pada Januari, didorong arus investasi spekulatif, meningkatnya ketegangan geopolitik, serta peralihan investor dari obligasi dan mata uang ke aset keras.
Volatilitas harga emas pekan lalu juga dikaitkan dengan aktivitas perdagangan dari China. Namun, sejak koreksi tajam tersebut, harga emas telah memulihkan sekitar separuh dari kerugiannya. Sejumlah bank global menilai prospek jangka panjang emas tetap positif, ditopang permintaan struktural yang kuat.
Permintaan resmi turut menjadi penyangga harga, setelah data terbaru menunjukkan bank sentral China kembali menambah cadangan emas untuk bulan ke-15 berturut-turut.
Ke depan, pelaku pasar akan mencermati rilis data ekonomi Amerika Serikat, termasuk laporan ketenagakerjaan dan inflasi, untuk mengukur arah kebijakan Federal Reserve di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap independensi bank sentral AS. (DH)