Cadangan devisa China tembus US$3,39 triliun, tertinggi sejak 2015
Senin, 09 Februari 2026

JAKARTA - Cadangan devisa China kembali meningkat pada awal 2026, memperkuat posisi keuangan negara tersebut di tengah dinamika pasar global.
Data Administrasi Valuta Asing China (SAFE) menunjukkan cadangan devisa mencapai US$3,3991 triliun pada akhir Januari 2026, naik US$41,2 miliar atau 1,23% dibandingkan akhir Desember 2025.
“Cadangan devisa China mencapai total 3,3991 triliun dolar AS pada akhir Januari 2026, menandai peningkatan sebesar US$41,2 miliar, atau 1,23 persen, dari akhir Desember tahun lalu”, menurut laporan SAFE, dikutip globaltimes.
SAFE menjelaskan, pelemahan indeks dolar AS sepanjang Januari serta kenaikan harga aset keuangan utama global menjadi faktor utama pendorong kenaikan cadangan. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh kebijakan fiskal dan moneter serta ekspektasi pasar di sejumlah ekonomi utama dunia. “Gabungan efek dari konversi nilai tukar dan perubahan harga aset berkontribusi pada peningkatan cadangan devisa China”, ujar SAFE.
Kenaikan cadangan devisa juga didukung oleh kinerja ekonomi domestik yang dinilai tetap solid. SAFE menyebut perekonomian China menunjukkan kinerja yang stabil dan terus meningkat, dengan ketahanan pembangunan yang semakin menguat, yang memberikan landasan bagi stabilitas cadangan devisa.
Secara historis, capaian ini menandai kenaikan bulanan ketujuh berturut-turut dan menjadi level tertinggi sejak November 2015. Sepanjang 2025, cadangan devisa China tercatat meningkat dalam 11 bulan dengan total tambahan mencapai US$155,512 miliar.
Di sisi lain, strategi diversifikasi cadangan terus diperkuat. People’s Bank of China menambah kepemilikan emas untuk bulan ke-15 berturut-turut. Cadangan emas tercatat mencapai 74,19 juta troy ounce dengan nilai sekitar US$369,58 miliar pada akhir Januari 2026, mencerminkan langkah diversifikasi yang lebih luas dalam pengelolaan cadangan nasional.(DH)