Emas dan perak menguat, dolar lesu jelang data tenaga kerja AS

Senin, 09 Februari 2026

image

JAKARTA - Emas dan perak kembali mencatatkan penguatan pada perdagangan Senin (9/2), seiring pelemahan dolar Amerika Serikat (AS).

Seperti dikutip Reuters pada Senin (9/2), pelaku pasar kini menanti rilis laporan tenaga kerja AS, yang dijadwalkan akhir pekan ini untuk pijakan arah suku bunga ke depan.

Harga emas di pasar spot menguat 1,4% ke level US$5.029,09 per troi ons pada pukul 08.37 WIB, setelah melonjak hampir 4% pada perdagangan Jumat (6/2). Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April naik 1,4% menjadi US$5.051 per troi ons.

Harga perak di pasar spot juga melanjutkan reli dengan kenaikan 2,5%, setelah mencatat lonjakan sekitar 10% pada sesi perdagangan sebelumnya.

Pelemahan dolar AS telah berada di posisi terendah sejak 4 Februari 2026, membuat logam mulia yang diperdagangkan dalam mata uang dolar AS menjadi lebih terjangkau, bagi pembeli dari luar negeri.

Di sisi lain, bursa saham Asia bergerak menguat. Kemenangan telak Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, menjadi sentimen positif. Sementara kekhawatiran investor mulai reda setelah indeks Wall Street pulih.

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, menyatakan pada Minggu bahwa ia tidak memperkirakan Federal Reserve akan segera memangkas neraca keuangannya, bahkan jika berada di bawah kepemimpinan calon Ketua The Fed, Kevin Warsh.

Sementara itu, harga platinum di pasar spot naik 1,8% menjadi US$2.134,18 per troi ons, dan paladium juga menguat 1,8% ke level US$1.737,75 per troi ons. (DK/KR)