Arus modal menguat, penciptaan kerja di Singapura makin turun
Senin, 09 Februari 2026

JAKARTA - Singapura mencatat penurunan signifikan dalam proyeksi penciptaan lapangan kerja meskipun arus investasi yang masuk terus meningkat.
Data Economic Development Board (EDB) menunjukkan komitmen investasi terbaru diperkirakan hanya akan menciptakan 15.700 lapangan kerja dalam lima tahun ke depan, level terendah setidaknya sejak 2006.
Dikutip Bloomberg, proyeksi tersebut muncul di tengah kenaikan komitmen investasi aset tetap yang mencapai S$14,2 miliar pada 2025, atau tumbuh 5,2% dibandingkan tahun sebelumnya. Investasi ini diperkirakan menghasilkan nilai tambah sekitar S$18 miliar per tahun setelah terealisasi, menjadi capaian terlemah sejak 2021.
Sektor manufaktur masih mendominasi aliran investasi, dengan proyek-proyek di bidang semikonduktor, ilmu biomedis, dan dirgantara menyumbang S$12,1 miliar. Permintaan kuat dari sektor kecerdasan buatan dan elektronik turut menopang peningkatan nilai investasi secara keseluruhan.
Dari sisi asal investasi, China mencatat lonjakan tajam dan menjadi sumber investasi aset tetap terbesar kedua dengan kontribusi 20,6% dari total komitmen, naik signifikan dari 2,5% pada tahun sebelumnya. Sebaliknya, porsi investasi dari Amerika Serikat menyusut tajam menjadi 17,3% dari 55,5% pada tahun lalu, sementara Eropa tetap menjadi kontributor terbesar bagi investasi Singapura.(DH)