Impor dari China anjlok 16%, logistik Amerika alami resesi
Jumat, 21 November 2025

JAKARTA - Pasar logistik Amerika Serikat mulai mengalami penurunan signifikan, seiring dampak tarif Presiden Donald Trump yang mulai dirasakan sektor transportasi.
Dikutip cnbc.com (20/11), tarif untuk muatan van, flatbed, dan pendingin pada Oktober 2025 tercatat lebih rendah dibanding bulan sebelumnya maupun tahun lalu, menurut DAT Truckload Volume Index.
“Volume kargo pada kuartal ketiga dan Oktober mencerminkan apa yang kami lihat di ekonomi barang secara lebih luas, dengan pengirim memanfaatkan persediaan yang dibangun lebih awal tahun ini untuk mengurangi eksposur terhadap tarif dan lemahnya permintaan konsumen,” kata Ken Adamo, Kepala Analitik DAT.
“Akibatnya, musim pengiriman puncak tradisional menjelang liburan tampak hampir tidak ada tahun ini,” tambahnya.
Muatan van turun 11% secara tahunan, flatbed 3%, dan refrigerated 7%. Data terbaru dari Biro Sensus AS menunjukkan penurunan impor pada Agustus hingga US$18,4 miliar dibanding Juli, yang berkontribusi pada penurunan defisit perdagangan lebih dari 23%.
"Anda melihat penurunan 16% impor dari China ke Amerika Serikat. Penurunannya merata di semua sektor,” kata Mario Cordero, CEO Port of Long Beach.
Port of Los Angeles juga mencatat penurunan volume kontainer pada Oktober.
Kargo elektronik, furnitur, dan mainan menjadi yang paling terdampak, sementara ekspor gandum AS menurun karena China lebih banyak membeli kedelai dari Brasil. Penurunan ini mengikuti periode front loading perdagangan, ketika pengecer dan produsen mendatangkan kargo lebih awal untuk menghindari tarif.
Menurut Kyle Henderson, CEO Vizion, data menunjukkan adanya resesi barang struktural yang disebabkan oleh konvergensi ketidakpastian tarif, pasar perumahan yang mandek, dan pergeseran fundamental konsumsi dari barang fisik.
Volume kontainer yang akan tiba di pelabuhan AS pada Desember 2025 diperkirakan turun lebih dari 430.000 TEU dibanding tahun lalu. Dampak domino terlihat di seluruh rantai pasok, termasuk truk, kereta api, gudang, dan tenaga kerja pelabuhan. Cordero menambahkan, “Ketika volume menurun, itu akan berdampak pada pekerjaan di rantai pasok, terutama di dermaga Port of Long Beach.”(DH)