Kanada bangun pipa minyak ke pantai barat permudah ekspor ke Asia

Senin, 09 Februari 2026

image

JAKARTA - Pemerintah Kanada dan Provinsi Alberta kini berada dalam satu garis kebijakan terkait ekspor minyak mentah, menyusul memburuknya hubungan perdagangan dengan Amerika Serikat. Ottawa mendukung rencana pembangunan pipa minyak baru dari Alberta ke Pantai Barat Kanada untuk memperluas ekspor energi ke pasar Asia.

Dikutip oilprice, pipa baru tersebut diproyeksikan mampu mengalirkan sekitar 1 juta barel minyak mentah per hari dari Alberta menuju pesisir Pasifik. Langkah ini ditujukan untuk mengurangi ketergantungan Kanada pada pasar AS yang selama ini menyerap lebih dari 95% total ekspor minyak Kanada.

Pemerintahan Perdana Menteri Mark Carney menargetkan Kanada menjadi kekuatan utama di sektor energi global. Strategi ini mencakup peningkatan pengiriman minyak Alberta melalui jalur laut ke Asia, kawasan dengan pertumbuhan permintaan minyak terbesar di dunia. Dorongan ini muncul di tengah tarif dan ancaman kebijakan dagang lanjutan dari pemerintahan Presiden AS Donald Trump.

Saat ini, Trans Mountain Expansion (TMX) menjadi satu-satunya pipa yang memungkinkan ekspor minyak Alberta melalui kapal tanker dari Pantai Barat. Kapasitas TMX telah ditingkatkan menjadi 890.000 barel per hari dari sebelumnya 300.000 barel per hari.

Produksi minyak Alberta mencapai rekor tertinggi pada 2025 dengan rata-rata 4,1 juta barel per hari, naik 4,2% dibandingkan tahun sebelumnya. Sekitar 84% produksi tersebut berasal dari minyak pasir. Ekspansi TMX berperan penting dalam mendorong peningkatan produksi dan ekspor ke Asia.

Data ATB Economics menunjukkan nilai ekspor minyak Alberta ke Asia melonjak menjadi lebih dari US$804 juta hingga Oktober 2025, dari sebelumnya nol sebelum TMX beroperasi penuh. ATB memperkirakan ekspor minyak dan gas Kanada tumbuh sekitar 2% pada 2026 dan 2027.

“Peningkatan pada sistem pipa yang ada dan pengisian kapasitas TMX secara penuh akan mendorong tambahan produksi pada 2026,” ujar ATB Economics. Namun lembaga tersebut memperingatkan bahwa tanpa pipa baru, keterbatasan kapasitas berpotensi menahan pertumbuhan produksi mulai 2028.

Dalam jangka pendek, Trans Mountain Corporation mengajukan izin untuk meningkatkan aliran minyak sebesar 10% dengan penggunaan zat pengurang gesekan. Dalam pengajuannya, TMX menegaskan bahwa “Proyek DRA tidak akan menghasilkan peningkatan lalu lintas kapal di Terminal Maritim Westridge melebihi apa yang telah dinilai selama proses pertimbangan ulang untuk Proyek Perluasan Trans Mountain.”

Perdana Menteri Alberta Danielle Smith menyambut langkah tersebut. “Alberta senang melihat TMX berupaya meningkatkan ekspor minyak sebesar 10%,” ujarnya. Smith menambahkan, “Dunia membutuhkan ekspor energi kami, khususnya pasar Asia. Kami akan terus mendorong peningkatan kapasitas ekspor, termasuk pembangunan pipa baru ke pesisir barat laut Kanada.”

Pemerintah federal dan Alberta sebelumnya telah menandatangani kesepakatan untuk meningkatkan ekspor minyak ke Asia serta mengurangi ketidakpastian investasi di sektor energi. Kesepakatan tersebut membuka jalan bagi pembangunan pipa minyak yang dimiliki bersama dengan masyarakat adat, sementara dinamai West Coast Oil Pipeline.

Proyek ini masih berada pada tahap kajian awal rute dan ditargetkan diajukan sebagai proyek kepentingan nasional pada Juli 2026. Alberta tengah mempertimbangkan lima pelabuhan di Pantai Barat, dengan Prince Rupert di British Columbia barat laut dinilai paling potensial karena tingkat kemacetan yang lebih rendah.

Meski demikian, pembangunan pipa baru tetap akan menghadapi tantangan perizinan, termasuk negosiasi dengan masyarakat adat dan pemerintah British Columbia. Namun berbeda dengan upaya sebelumnya, kali ini proyek tersebut mendapat dukungan penuh dari pemerintah federal dan Alberta sebagai bagian dari strategi diversifikasi ekspor energi Kanada.(DH)