Ernst & Young: Ekonomi Amerika tumbuh, kelas menengah tertekan

Senin, 09 Februari 2026

image

JAKARTA - Perekonomian Amerika Serikat tampak solid di permukaan. Pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) masih positif, belanja konsumen bertahan, dan investasi bisnis belum runtuh.Seperti dikutip thestreet.com, namun di balik angka-angka tersebut, tersembunyi kondisi yang jauh lebih rapuh.

Kepala Ekonom Ernst & Young, Gregory Daco, menyebut ekonomi AS sebagai sebuah paradoks.

Dalam wawancara terbaru dengan Bloomberg Businessweek Daily, ia menilai indikator utama yang terlihat kuat justru menutupi realitas yang terpolarisasi dan rentan.

Menurut Daco, pertumbuhan saat ini ditopang oleh pilar yang sangat sempit. Konsumen kaya, pasar keuangan yang melonjak, serta investasi besar-besaran berbasis kecerdasan buatan (AI) oleh raksasa teknologi menjadi motor utama ekonomi.

Di sisi lain, rumah tangga kelas menengah dan pelaku usaha kecil semakin tertekan oleh biaya hidup dan kondisi pembiayaan yang ketat.

Pandangan ini sejalan dengan analisis Kepala Ekonom IMF, Pierre-Olivier Gourinchas, yang sebelumnya memperingatkan bahwa lonjakan investasi AI dan valuasi pasar saham berisiko menutupi kerentanan struktural ekonomi.

Kondisi tersebut juga menjelaskan mengapa investor kawakan seperti Ray Dalio dari Bridgewater Associates semakin vokal soal emas, bahkan merekomendasikan alokasi 10% hingga 15% dalam portofolio.

Dengan pertumbuhan yang bergantung pada segelintir pemenang, risiko penurunan ekonomi dinilai semakin besar. Jika investasi AI melambat, kelemahan yang tersembunyi di balik “rata-rata yang tampak kuat” berpotensi muncul dengan cepat. (DK)