Efisiensi meningkat, biaya logistik China cetak rekor terendah

Senin, 09 Februari 2026

image

JAKARTA – China mencatatkan tonggak sejarah baru dalam efisiensi ekonominya pada tahun 2025. Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional (National Development and Reform Commission/NDRC) melaporkan bahwa rasio total biaya logistik sosial terhadap produk domestik bruto (gross domestic product/GDP) negara tersebut telah turun menjadi 13,9 persen.

Angka ini menandai pertama kalinya dalam sejarah rasio tersebut berhasil menembus ambang batas psikologis di bawah 14 persen.

Dikutip dari Global Times (8/2/2026), penurunan ini menunjukkan peningkatan efisiensi yang signifikan dalam rantai pasok nasional.

Data NDRC mengungkapkan bahwa pencapaian 13,9 persen ini lebih rendah 0,8 poin persentase jika dibandingkan dengan level yang tercatat pada akhir periode Rencana Lima Tahun ke-13 (13th Five-Year Plan) yang berlangsung dari tahun 2016 hingga 2020.

Penurunan rasio ini mengindikasikan bahwa biaya yang dikeluarkan untuk memindahkan barang relatif terhadap ukuran ekonomi keseluruhan semakin murah dan efisien.

Pemerintah China tidak berpuas diri dengan rekor baru ini. Sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk mendongkrak efisiensi ekonomi secara menyeluruh, perencana ekonomi utama negara tersebut telah menetapkan target yang lebih agresif.

China menargetkan untuk memangkas rasio biaya logistik sosial terhadap GDP lebih lanjut menjadi sekitar 13,5 persen pada tahun 2027. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat daya saing industri domestik di pasar global. (SF)